Kuli Bangunan Bobol ATM

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – SP (27) seorang kuli bangunan asal Desa Sewurejo, Mojogedang, Karanganyar melarikan uang puluhan juta rupiah milik BRI dengan cara membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sejumlah gerainya di Karanganyar. Polisi menduga pemuda tamatan SMP ini memiliki jaringan pelaku kejahatan bermodus serupa.

Dalam gelar barang bukti kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di Mapolres, Kamis (25/08/2016), Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan pelaku berhasil menjarah uang Rp 22,5 juta di dalam mesin ATM yang diperolehnya dari 13 kali beraksi. Yakni tujuh kali di ATM BRI Lalung, sekali di Indomaret Jaten dan sekali di unit BRI Kerjo. Sedangkan empat aksi lainnya gagal, yakni di gerai ATM Karangpandan, Tegalgede dan Mojogedang.

“Setiap kali membobol berhasil menarik tunai Rp 2,5 juta tanpa mengurangi saldo rekeningnya. Bagi pelaku, cara membobolnya sangat mudah. Tidak perlu memakai peralatan tambahan berteknologi canggih. Tidak butuh waktu lama membobol. Cukup beberapa detik saja,” jelas kapolres.

Sengaja tak ingin menjabarkan detil cara membobol mesin bersistem keamanan ini, Kapolres mengatakan pelaku hanya mengandalkan sebuah kartu ATM bersaldo tabungan Rp 2,6 juta. Gerai ATM BRI sepi merupakan sasaran empuk melancarkan aksi. Untuk menghindari sorotan kamera CCTV, pelaku menutup mukanya dengan cadar, memakai topi dan berbalut jaket. Ia juga memilih tarik tunai nominal Rp 100 ribu. “Dia membobol ATM BRI sejak Juni-Agustus 2016. Jeda antaraksi empat sampai tujuh hari,” terangnya.

Penangkapan tersangka bermula dari kecurigaan manajemen BRI terhadap catatan saldo pengisian mesin ATM dengan jumlah uang tersisa di mesin itu yang berselisih cukup banyak. Laporan ke Polres Karanganyar ditindaklanjuti aparat dengan memutar rekaman CCTV hingga identitas pelaku terkuak.

Penyidikan berkembang pada peristiwa serupa di wilayah Tawangmangu. Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan modus pembobolan mesin ATM itu dipakai pelaku lain di jaringan sama.

Pelaku diduga merencanakan matang aksinya. Ia terlebih dulu meminjam uang Rp 8 juta dari BRI untuk mengisi saldo rekening atas namanya sendiri. Setelah sukses membobol dengan kartu ATM miliknya, ia kemudian mencoba cara serupa namun terlebih dulu dengan membeli kartu ATM atas nama orang lain dan mengisi saldo di rekening itu Rp 2,6 juta. Polisi keburu menangkapnya pada Rabu (24/8) sebelum sempat bertindak lebih jauh. (M-8)

BERITA REKOMENDASI