Kurir Selundupkan 101,47 Gram Sabu dalam Anus

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – BNNK Kendal bersama dengan BNN Provinsi Jawa Tengah berhasil menangkap kurir penyelundup sabu. Kali ini tiga kurir narkoba jaringan internasional berhasil ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Jawa Tengah dan BNN Kabupaten Kendal.

Modus tersangka dengan memasukan narkoba jenis sabu seberat 101,74 gram kedalam anus dan dibawa dari Batam menuju Kendal. Pengakuan kurir narkoba ini, mendapatkan imbalan Rp 10 juta dan mengantarkan ke pembeli di wilayah Cepiring Kendal.

Pengungkapan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 101, 74 gram ini kerjasama BNN Jateng, Bea Cukai Semarang dan BNNK Kendal serta Polres Kendal. Tersangka sudah diendus dari Batam Kepri yang membawa sabu menunju Bandara Juanda Surabaya.

Baca juga :

Gunduli Tersangka Susur Sungai, Begini Jawaban Polda DIY
Tersangka Susur Sungai Digundul Polisi, PGRI DIY Berharap Tidak Ada Bully Kepada Keluarga
Bawa Pedang di Jalanan, Empat Pelajar Diamankan

Narkoba jenis sabu yang dibawa tersangka Haryadi warga Kota Batam dan Kisro warga Montongsari Weleri Kendal dimasukan kedalam anus untuk mengelabuhi petugas di bandara. Sesampainya di bandara Juanda, kedua kurir kemudian mengeluarkan sabu dan membawanya dengan jalur darat menggunakan bus antar kota antar propinsi.

Kemudian setelah sampai di Semarang, keduanya berganti angkutan dengan taksi menuju Kendal untuk mengantarkan pesanan sabu kepada Agus warga Ringinarum Kendal. Petugas BNN yang sudah mengikuti tersangka kemudian menangkapnya di wilayah Kaliwungu sebelum sabu diserahkan kepada pemesan.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Benny Gunawan mengatakan penyelundup narkoba ini merupakan jaringan internasional. “Sabu yang dikirim dari Batam disebar ke seluruh wilayah di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan wilayah Batam. Modusnya dengan memasukan sabu seberat 101, 74 gram kedalam anus dan kemudian dikeluarkan di Surabaya,” katanya di BNN Kendal, Rabu (26/02/2020).

Baca juga :

Malioboro Naik Kelas
Buruh DIY Bergerak, Tolak Omnibuslaw ‘Cilaka’

Sementara itu salah satu tersangka, Haryadi mengaku dirinya hanya diminta mengantarkan barang ke Kendal dengan pesawat dari Batam ke Surabaya kemudian ke Kendal dengan jalan darat. “Baru sekali ini dan saya hanya mengantarkan dengan upah Rp 10 juta,” jelasnya.

Sementara itu Sekda Kendal Moh Toha merasa sedih dan prihatin dengan penangkapan kurir narkoba ini. “Kita sudah ada pertemua keluarga di Batam jumlahnya ribuan dari Kendal. Dengan kejadian ini harus ditingkatkan lagi dalam membina warganya, terutama peran serta masyarakat informasi sekecil apapun disampaikan. Selain itu pembinaan generasi muda mulai sekolah melalui pendidikan berkarakter,” katanya.

Petugas mengamankan barang bukti sabu dan alat komunikasi sedangkan tersangka bakal dijerat dengan pasal 114, 112 dan 132 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati. (Ung)

BERITA TERKAIT