Lagi, Empat Warga Sukoharjo Ditangkap Polisi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Empat orang warga Sukoharjo ditangkap polisi untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di Polda Jawa Tengah dan Mabes Polri. Mereka diamankan karena diduga terlibat kasus perusakan bangunan pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) Nguter dan kasus pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Rabu (14/3) mengatakan, benar ada penangkapan terhadap empat orang warga Sukoharjo di rumahnya masing masing pada Rabu (14/3) dinihari. Penangkapan dilakukan oleh petugas dari Polda Jawa Tengah dan Mabes Polri. 

BACA JUGA :

Tiga Orang Diduga Pelaku Perusakan PT RUM Ditangkap

Tolak Kriminalisasi Rakyat Penolak PT RUM

Kerusuhan Di PT RUM Tidak Boleh Terulang

Keempat orang tersebut yakni S, B, BW, DT sekarang sudah diamankan polisi. S dan B dibawa untuk dilakukan pemeriksaan di Polda Jawa Tengah. Sedangkan BW dan DT dibawa ke Mabes Polri.

Penanganan berbeda sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh keempat orang warga. BW dan DT diduga melakukan pelanggaran tindak pidana menyebarkan berita dengan konten menghasut. Keduanya dijerat dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Mabes Polri sengaja melakukan penanganan setelah ada laporan yang masuk. Penyidik sudah menemukan barang bukti salah satunya diduga berasal dari akun media sosial BW. Di akun tersebut petugas menemukan unsur ujaran kebencian dan beberapa mengarah ke pelanggaran Suku, Agama dan Ras (SARA).

"Penanganan kasus kami serahkan ke Mabes Polri. Pemeriksaan terhadap BW dan DT ditangani pusat. Polres Sukoharjo hanya ketempatan wilayah dimana keduanya merupakan warga Sukoharjo," ujarnya.

Kapolres menambahkan untuk S dan B ditangani Polda Jawa Tengah. Keduanya ditangkap diduga terkait kasus perusakan bangunan PT RUM Nguter saat demo pada 23 Februari lalu. Pada aksi tersebut massa merusakan pos satpam, bangunan prasasti, pagar dan bangunan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Pembina Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Ari Suwarno mengatakan, benar ada penangkapan terhadap empat orang oleh polisi pada Rabu (14/3) dinihari. Polisi datang ke rumah empat orang warga dengan menunjukan surat perintah penangkapan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI