Lakukan Penipuan, Pengusaha Ini Dilaporkan Polisi

MAGELANG (KRjogja.com) – Ny Har (44), seorang pengusaha warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dilaporkan Ny Emy Chomsatun (44) warga Gondomanan, Yogyakarta yang tidak lain juga teman akrabnya sejak lama. Ia terpaksa melaporkan temannya itu ke Polisi, karena diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap dirinya dan diduga juga terhadap orang lain.

Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Rendy Wicaksana Selasa (02/08/2016) mengatakan, pihaknya sedang melakukan proses penyelidikan kasus tersebut. ”Ada laporan dan sekarang baru kita tindaklanjuti,” katanya, dihubungi terpisah.

Sejauh ini, kata Rendy, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk saksi korban. ”Sedang kita periksa saksi-saksi dulu,” ujarnya.

Sementara Ny Emy melalui kuasa hukumnya S Ari Wibowo SH membenarkan pihaknya melaporkan Ny Har. "Kami terpaksa melaporkan terlapor, setelah berbagai upaya kekeluargaan sudah kami lakukan. Namun hingga saat ini, tidak membuahkan hasil," katanya.

Dikatakan, pada awalnya terlapor menjanjikan sebuah bisnis yang menguntungkan sekitar tanggal 25 April 2016 lalu. Pada awalnya, pelapor tidak tertarik namun karena terlapor berkali-kali telpon, ia pun percaya. Sedang bisnis yang dimaksud adalah pengadaan alat-alat kesehatan.

Awalnya, terlapor minta ditranfer Rp 750 juta dan dua minggu akan dikembalikan plus keuntungannya. Namun setelah dua minggu, terlapor hanya mentranfer Rp 58 juta. Kecurigaan pelapor mulai muncul, apalagi setiap kali ditanya soal uangnya Rp 750 juta kapan akan dikembalikan karena akan digunakan untuk melunasi pembelian tanah di Wates Kulonprogo, selalu saja berkilah. Namun entah kenapa, saat terlapor minta ditranfer lagi Rp 300 juta, justru ia menurutinya. Padahal, sebelumnya ia telah kehilangan Rp 750 juta dan DP pembelian tanah di Wates itu, senilai Rp 350 juta. "Total klein kami kehilangan uang Rp 1,4 miliar," ujarnya.

Terkait hal itu, pihaknya minta pihak kepolisian untuk dapat menangani kasus ini dengan cepat. Apalagi, ada dugaan masih ada sejumlah korban lain. Selain itu, ada kemungkinan terlapor dapat menghilangkan barang bukti dan melakukan penipuan lagi. "Kami melaporkannya pasal penggelapan dan atau penipuan yakni KUHPidana pasal 372 dan atau pasal 378," jelasnya. (Bag)

 

BERITA REKOMENDASI