Lama Diincar, Spesialis Maling Baterai Tower Diciduk Polisi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Tiga maling spesialis baterai tower seluler dan seorang penadah diringkus aparat Satreskrim Polres Karanganyar. Mereka diduga mencuri barang yang sama di 18 lokasi di wilayah Karanganyar dan sekitarnya serta Ngawi, Jawa Timur.

"Hasil koordinasi dengan Polres kabupaten tetangga yang berkasus pencurian baterai tower. Di sini juga ada kasus itu. Ternyata, modusnya mirip. Sasaran yang sudah diintai, kemudian diciduk pada lewat tengah malam tanggal 24 Januari 2018 di sebuah rumah wilayah Jungke. Polisi mengenali para pelaku dari mobil yang mereka naiki, yakni pikap Suzuki Colt T 120 SS nopol T 8151 EA," kata Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus pencurian dengan pemberatan di Mapolres, Kamis (22/3/2018).

Polisi mengincar mobil pelaku berdasarkan keterangan saksi pencurian baterai tower BTS di depan Alfamart Benowo, Desa Ngringo, Jaten pada 22 Januari lalu. Saat itu, saksi menyaksikan barang curian diangkut mobil pikap warna putih dan orang-orang yang mirip pelaku di sana. Mereka adalah warga Kampung Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Bekasi, Abdul Wahid (34); dan Warga Kampung Dadagan, Pulosari, Kebakkramat, Cahyo Tri Utomo ( 22). Satu lagi tersangka warga Karangmulya, Karawang, Yogi Septiadi (21) yang mencuri baterai tower di Desa Brujul, Jaten bersama Abdul Wahid pada 19 Desember 2017. Di dua lokasi itu, mereka menjarah 12 unit accu tower.

"Mobil pikap itu milik juragannya Cahyo. Ia kalau pagi mengantar sayuran. Saat mobilnya nganggur, ia diajak pelaku nyolong baterai," katanya.

Mereka memakai sejumlah alat untuk melancarkan aksi, seperti gunting pemotong logam, pemotong gembok dan linggis. Berdasarkan pengembangan kasus ini, para tersangka beraksi pula di enam lokasi di Sragen, dua lokasi di Sukoharjo, tujuh lokasi di Karanganyar, dan Boyolali, Wonogiri dan Ngawi masing-masing satu lokasi. Total terdapat 17 baterai tower dijadikan barang bukti.

Satu lagi tersangka warga Mojosongo, Jebres, Solo, Purjiyo (42) selaku penadah. Satu unit baterai senilai Rp 60 juta dibelinya Rp 600 ribu-Rp 1 juta.

"Saya enggak tahu barangnya curian. Lalu saya beli seharga rosok. Rp 11 ribu perkilo. Dijual lagi ke Boyolali Rp 12 ribu perkilo utuh. Enggak dipisah-pisah," kata Purjiyo.

Tiga pencuri dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun sedangkan penadah dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI