LBH Sembada Beri Pendampingan Psikologi Tangani Kasus Klithih

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Melakukan pendampingan hukum terhadap kasus kejahatan jalanan alias 'Klithih' tidaklah mudah. Pasalnya dalam kasus ini kebanyakan korban maupun pelaku masih berstatus pelajar atau anak dibawah umur. Perlu kehati-hatian dalam menanganinya sehingga kedepan kasus yang terjadi tak akan menimbulkan trauma.

Ketua Pembina sekaligus Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sembada, Sapto Nugroho Wusono SH MH mengungkapkan kasus Klithih saat ini mendominasi laporan yang masuk di lembaganya. Bahkan pada awal tahun ini saja empat kasus Klithih tengah ditangani dan beberapa diantaranya telah menjalani persidangan.

"Ada beberapa, tapi yang dominan yakni kasus Klithih. Hampir setiap tahun laporannya meningkat, bahkan hingga tahun ini," kata Sapto usai syukuran Milad ke-4 LBH Sembada dan Kantor Hukum Sapto Nugroho Wusono (SNW) di kantor setempat, Kamis (30/01/2020).

Khusus dalam kasus Klithih, LBH Sembada juga memberikan layanan bimbingan psikologi baik bagi pelapor maupun terlapor. Bahkan layanan tersebut juga diberikan kepada pihak orangtua agar tak terguncang dalam menghadapi perkara yang dialami anak mereka.

"Karena dalam kasus seperti ini (Klithih) kebanyakan korban maupun pelaku merupakan pelajar, dalam hal ini anak dibawah umur. Mereka perlu pendampingan psikologi agar tidak menimbulkan trauma dikemudian hari," kata Sapto.

Sapto mengungkapkan, kode etik Advokat mengamanatkan seorang pengacara untuk tidak boleh menolak melakukan pembelaan. Pihak pelapor maupun terlapor, keduanya memiliki hak yang sama dimata hukum untuk mendapat pendampingan dan pembelaan. 

Ia mengatakan semisal seorang terlapor akhirnya dalam proses hukum yang dijalani ditetapkan sebagai tersangka maupun terdakwa, orang tersebut tetap berhak mendapat pembelaan dari Advokat. Sapto menegaskan pembelaan yang dilakukan bukan membela perbuatan yang dilakukannya, melainkan membela hak-hak hukum yang dimiliki orang tersebut.

"Karena seluruh masyarakat memiliki hak yang sama di mata hukum. Hak-hak itulah yang akan terus Advokat bela dan perjuangkan sebelum ada keputusan tetap dari hakim," tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI