Mahasiswa Dibacok di Depan Mapolsek

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Gerombolan pemuda bersenjata pedang mengamuk dan membacok seorang pengendara motor di Jalan Menteri Supeno Yogyakarta, Minggu (06/11/2016) dini hari. Bayu Widodo (26) mahasiswa asal Klaten Jawa Tengah (Jateng) menjadi korban keganasan berandal berpedang tersebut hingga harus menderita luka pada kepalanya. Tindakan gerombolan ini termasuk berani karena beraksi tepat di depan kantor Polsek.

Sebelumnya korban bersama temannya Agus Eko Prasetyo (27) warga Banguntapan Bantul dengan berboncengan menggunakan sepeda motor keluar rumah untuk membeli makan. Saat melintas di Jalan Menteri Supeno dari arah barat ke timur tepatnya di depan Pasar Sepeda Tanjungsari mereka disalip empat orang yang berboncengan mengendarai dua sepeda motor.

Gerombolan ini kemudian berhenti dan seorang diantaranya lalu turun dari kendaraan. Orang tak dikenal ini tiba-tiba berlari ke tengah jalan dan menghadang korban. Merasa tak memiliki masalah korban terus melaju namun orang tersebut menendang mahasiswa tersebut dan mengenai perutnya.

Korban kemudian menambah laju kecepatan kendaraan berusaha menghindar dari para berandal tersebut. Korban dan temannya baru berhenti setelah sampai di depan Mapolsekta Umbulharjo, namun ternyata gerombolan pelaku tersebut mengejarnya.

Seorang pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari balik bajunya dan membacok kepala korban. Mahasiswa ini langsung tersungkur dan dengan dibantu temannya ia berusaha berlari menuju Mapolsekta Umbulharjo.

Petugas piket yang melihat kejadian tersebut segera mengejar para pelaku namun kehilangan jejak setelah gerombolan berpedang tersebut melarikan diri ke arah timur. Korban yang menderita luka bacok pada bagian kepala bagian belakang sebelah kanan langsung dilarikan ke RS Hidayatullah untuk mendapat perawatan.

Kapolsekta Umbulharjo, AKP Yugi Bayu Hendarto melalui Panit Opsnal Polsekta Umbulharjo, Ipda Akhmad Irwan menegaskan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku pembacokan. "Kasus tersebut kini tengah kami tangani," jelasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI