Manfaatkan Malam Selundupkan Sabu ke Lapas Pakem

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY berhasil membongkar modus baru dalam penyelundupan narkoba ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pakem Sleman. Dalam pengungkapan ini petugas mengamankan seorang residivis kasus narkoba dan seorang pengedar sabu. Aksi penyelundupan barang haram ke balik jeruji tahan ini diketahui telah berlangsung sekitar satu minggu.

Kepala BNNP DIY, Kombes Pol Soetarmono mengungkapkan, modus penyelundupan ini yakni dengan memasukkan narkoba ke dalam ‘was’ atau malam (bahan terbuat dari lilin) yang dikepal-kepal seukuran bola tenis kemudian dilemparkan dari luar lapas melewati tembok belakang. Nantinya ‘bola malam’ tersebut akan diambil oleh seorang narapidana untuk kemudian dikonsumsinya.

Terungkapnya kasus ini berawal dari ditemukannya ‘bola malam’ di sekitar halaman belakang area dalam lapas. Setelah itu petugas lebih memperketat pemantauan terutama kepada para tamu pembesuk maupun warga yang beraktivitas di sekitar luar lapas.

"Kami lakukan penyisiran di lokasi seputar lapas dan akhirnya menemukan ada pria mencurigakan di parkiran RS Grasia. Kami lakukan penggeledahan dan menemukan bola dari malam yang didalamnya ada sabu seberat 4,3 gram dan 10 butir ekstasi," ungkapnya.

Pria yang bertugas sebagai kurir berinisial LSD yang merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkoba. Selama ini tersangka melemparkan barang haram tersebut dari luar ke dalam lapas atas pesanan RD, narapidana dengan masa hukuman selama 9 tahun.

Saat dilakukan penggeledahan di sel tahanan RD ternyata ditemukan alat hisap, telephon genggam dan reuter wifi penguat signal yang digunakan untuk berkomunikasi melakukan pemesanan kepada LSD. Petugas terus mengembangkan rantai penyelundupan narkoba ini dan berhasil mengamankan ESG, pengedar yang selama ini memasok barang haram kepada LSD.

Tersangka ESG diciduk di Klaten Jawa Tengah (Jateng) dan berhasil menyita barang bukti 9,64 gram ganja kering, 22 gram sabu-sabu dan 238 butir pil ekstasi yang disembunyikan dalam kamar mandi. Saat dilakukan penyergapan pengedar ini mencoba melarikan diri namun saat petugas melepaskan tembakan peringatan akhirnya pelaku angkat tangan.

Atas perbuatanya RD dan LSD dijerat dengan pasal 114 ayat 1 UU Narkotika no 35 tahun 2009 dengan hukuman 5 tahun. Sedangkan hukuman mati menanti ESG jika nantinya ia terbukti bersalah melanggar 141 ayat 2 undang-undang yang sama.

Kepada petugas, LSD mengaku baru dua kali menyelundupkan narkoba ke Lapas Narkotika Pakem kepada temannya itu. Tersangka diketahui baru saja bebas bersyarat satu minggu yang lalu. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI