Mantan Kades Ngombakan Korban Perampokan

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Mantan Kepala Desa (Kades) Ngombakan Kecamatan Polokarto Kuwadi (75) warga Kampung Tawang RT 2 RW 1 Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto menjadi korban perampokan. Pelaku berjumlah empat orang melukai korban menggunakan pisau cater dan membawa kabur uang tunai total sebesar Rp 40 juta, dua sepeda motor dan tiga buah hanphone.

 

Kapolres Sukoharjo AKBP Ruminio Ardano melalui Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Dwi Haryadi, Minggu (27/11) mengatakan, perampokan terjadi pada Minggu (27/11) sekitar pukul 09.00. Kronologis kejadian sesuai keterangan korban dan saksi bermula saat empat orang tidak dikenal datang menggunakan dua sepeda motor secara berboncengan.

Pelaku berpura-pura akan membeli bekatul di rumah korban yang membuka usaha pakan ternak dan penggilingan padi. Korban Kuwadi pada saat melihat pelaku sudah curiga. Kuwadi kemudian masuk ke dalam rumah dan beralasan akan pergi arisan. Saat di dalam rumah Kuwadi memberitahukan kedatangan pelaku kepada isterinya Suwarsi (66).

Suwarsi kemudian berusaha menutup pintu dan langsung dihadang oleh salah satu pelaku. Suwarsi disekap menggunakan tangan oleh pelaku. Pelaku juga mengancam akan membunuh korban dengan menggunakan pisau cater yang ditempelkan di leher. Pelaku juga mengancam Kuwadi dan menyekapnya menggunakan lakban.

Korban yang tidak berdaya membuat para pelaku leluasa melakukan aksinya. Uang tunai sebesar Rp 38 juta di dalam brankas, uang tunai Rp 2 juta di dalam dompet, dua unit sepeda motor, tiga buah hanphone dibawa kabur pelaku.
Setelah berhasil mengambil harta berharga korban pelaku kemudian kabur ke arah timur dari Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto. Korban selang beberapa saat kemudian berhasil melepaskan diri dari penyekapan dan meminta tolong pada warga.

“Masih lidik. Sesuai keterangan korban pelaku ada empat orang,” ujar AKP Dwi Haryadi.

Korban saat kejadian perampokan mengalami luka akibat terkena pisau cater milik pelaku. Sebelum beraksi kemungkinan pelaku sudah melakukan pengintaian sehingga saat menjalankan aksinya mudah dilakukan tanpa diketahui orang lain atau warga sekitar. “Kami masih meminta keterangan korban dan saksi lainnya. Apakah pelaku itu merupakan pelaku lama atau jaringan perampok baru belum bisa kami pastikan,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI