Membela Diri Malah Didakwa Melakukan Pembunuhan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tindakan Arya Pandu Sejati (18) warga Sarean Pleret Bantul membela diri justru berujung dengan ancaman kurungan penjara 8 tahun. Aksinya mengejar seorang pelaku kejahatan, malah menimbulkan kecelakaan lalu-lintas sehingga menyebabkan satu orang pengendara motor tewas. Dalam proses persidangan yang kini tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Bantul tersebut, remaja ini dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pasal 80 ayat 3 Undang-undang Perlindungan Anak tentang kejahatan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia.

Kuasa hukum terdakwa, Farid Iskandar SH menyatakan Arya justru sebenarnya menjadi korban dalam suatu tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang lain. Tak ada niat sedikitpun dari Arya untuk menyakiti, apalagi dengan sengaja membunuh korban.

Farid menceritakan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 19 Desember 2019 silam. Saat itu Arya bersama teman-temannya hendak liburan akhir pekan dan secara berombongan menndarai 8 sepeda motor melewati Jalan Imogiri – Siluk.

Sesampainya di kawasan Siluk, tepatnya sekitar 500 meter selatan Jembatan Siluk tiba-tiba Arya yang berada di rombongan belakang dipepet dua orang pengendara yang berboncengan motor trail. Pengendara yang belakangan diketahui berinisial Fhn tersebut kemudian memblayer-blayerkan motornya lalu menendang Arya hingga terjatuh.

“Spontan klien kami berteriak dan memanggil teman-temannya yang berada di rombongan depan. Pengendara motor trail ini setelah menendang lalu berbalik arah melarikan diri ke utara,” ungkap Farid di kawasan Umbulharjo Yogyakarta, Kamis (13/08/2020).

Arya yang mengendarai sepeda motor matic kemudian bangkit dan berusaha mengejar Fhn untuk menanyakan apa maksudnya menendang dirinya hingga terjatuh. Kejar-kejaran di jalanan kemudian terjadi antara Arya dan Fhn.

BERITA REKOMENDASI