Memperingatkan Pengendara Motor, Malah Dikeroyok dan Dianiaya

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bayu Prasojo Soejanto Putro (37) warga Dusun Depok Kalurahan Gilangharjo Pandak Bantul menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang. Korban dipukuli dan dikeroyok oleh pelaku yang berjumlah lebih dari dua orang tersebut. Akibat kejadian itu korban menderita luka di bagian tangan kirinya.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (14/11/2021) lalu sekitar pukul 00.30 WIB. Ketika itu ia sepulang dari kerja di Nologaten Depok Sleman dan setibanya di rumah anaknya yang masih kecil rewel tak bisa tidur.

Saat itu ada seorang warga dengan mengendarai sepeda motor melewati rumah korban sambil memblayer mesin sehingga terdengar suara bising dari knalpot. Spontan korban keluar rumah dan meneriaki orang tersebut agar tidak menggeber suara knalpot.

“Orang tersebut lalu pergi dan kembali lagi bersama tiga orang temannya. Mereka mendatangi rumah lalu mengeroyok saya dan juga mendorong ibu saya sampai jatuh,” kata Bayu didampingi kuasa hukum Dr Rohmidhi Srikusuma SH MH di kantor DPD Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) DIY, Rabu (17/11/2021).

Beberapa warga yang melihat kejadian itu langsung datang ke rumah korban untuk melerai. Warga meminta agar ibu korban meminta maaf kepada para pelaku dengan maksud agar masalahnya cepat selesai.

Usai kejadian korban segera melakukan visum dan diketahui terjadi luka tangan kirinya akibat pukulan. Ia kemudian mendatangi Polres Bantul untuk melaporkan peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan yang dialaminya itu.

Korban mengatakan orang tersebut selama ini memang sering menggeber mesin motor dan suara knalpot saat berkendara di kampung. Peristiwa serupa juga pernah terjadi sekitar enam bulan lalu sehingga menggu kenyamanan warga.

“Untuk kali ini saya melaporkan karena ini sudah merupakan tindak penganiayaan. Harapan saya agar hukum bisa ditegakkan dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal,” kata korban.

Rohmidhi Srikusuma menegaskan permasalahan dengan latar belakang seperti sebenarnya sudah dialami kliennya untuk kedua kalinya. Ia meminta kepolisian menindak tegas permasalahan ini agar tidak ada korban lain di tengah masyarakat

“Ini tindak kekerasan yang cukup meresahkan di tengah masyarakat. Saat ini klian kami yang menjadi korban, bisa jadi lain hari jika ada yang memperingatkan pelaku untuk tidak memblayer juga akan dikeroyok lalu dianiaya. Polisi harus tegas, segera tangkap pelaku,” tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI