Mengaku Beli dari Warga Binaan LP Kedungpane, Pengguna Narkoba Tertangkap

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Penangkapan BA (37), warga Kelurahan Kalicacing, Kelurahan Sidomukti, Salatiga, menguak masih adanya peredaran narkoba dari dalam penjara. Dari pengakuan tersangka, ia membeli sabu dari seorang penjual yang masih berstatus warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Semarang.  

Dari informasi yang dihimpun, BA dicokok oleh petugas Satnarkoba Polres Boyolali pada Kamis (3/1/2019) sore lalu, yang mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba di wilayah Kaligentong, Kecamatan Ampel. Saat digeledah, BA tak bisa mengelak saat sabu yang disimpan di atas speedometer yang ditutup lakban berhasil diketahui petugas. Dari penangkapan tersebut, disita satu paket narkoba jenis sabu seberat 0,3 gram, sebuah handphone serta sepeda motor. 

Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, melalui Wakapolres Kompol Zulfikar Iskandar, Senin (7/1/2019) menjelaskan, usai ditangkap, tersangka dites narkoba dan terbukti positif. Meski mengaku hanya sebagai pengguna, namun BA dicurigai juga sebagai kurir. Pendalaman masih terus dilakukan.

"Tersangka ditangkap kemungkinan saat akan mengirim barang," jelasnya. 

Dari pemeriksaan, lanjut Zulfikar, tersangka mengaku membeli narkoba dari seseorang yang saat ini masih mendekam di LP Kedungpane, Semarang. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak lapas untuk pengusutan yang lebih dalam. 

"Kita tak ingin lapas atau rutan malah jadi tempat kegiatan kriminal. Nanti kita akan koordinasi dengan pihak lapas dan giatkan operasi untuk memberantas narkoba," tambahnya. 

Sementara BA saat diwawancara wartawan mengatakan, ia menjadi pengguna narkoba sejak tahun 2015 dan sudah membeli sebanyak dua kali kepada penjual yang saat ini masih mendekam di LP Kedungpane. Pembelian terakhir sebesar Rp500 ribu untuk 0,5 gram sabu. Sebanyak 0,2 gram sudah ia pakai sendiri dan sisanya masih ia simpan untuk dipakai sendiri di rumahnya, namun keburu tertangka saat ia dalam perjalanan pulang dari Kartasura. 

"Menggunakan sabu agar lebih giat kerja," akunya kepada media.

Komunikasi dengan penjual ia lakukan lewat handphone. Setelah ada kesepakatan, transaksi dilakukan dengan meninggalkan uang di tepi jalan di suatu lokasi di Salatiga. Setelah pembayaran beres, ia diarahkan untuk mengambil sabu di sudah diletakkan di lokasi lain, juga di tepi jalan.  "Saya ditelpon dulu. Kalau ada, baru saya beli," (Gal)

BERITA REKOMENDASI