Mengaku Bujangan, Cabuli Siswi Madrasah

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Teknisi ponsel asal Kelurahan Popongan, Karanganyar Kota, Sularto (38) terjerat kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur. Pria beristri ini menyetubuhi seorang siswi madrasah asal Dukuh Bayas, Desa Sambirejo, Jumantono berinisial AN (14).  

Tersangka dijebloskan ke sel usai babak belur dihajar massa yang kesal dengan kelakuan pria beranak satu itu. Kejadian ini dipicu tersangka yang mengantar korban terlalu larut, yakni pada Senin (26/12) pukul 02.00 WIB. Keduanya bermesraan di sekitar Monumen Tanah Kritis, Jumantono sampai lupa waktu. Selain itu, orangtua korban tak merestui hubungan keduanya.

"Kenalnya sudah setahun. Awalnya lewat facebook kemudian semakin dekat. Ibunya tahu kami berpacaran. Tapi ayahnya menentang. Jadi terpaksa pacaran backstreet,” kata Sularto kepada di sela gelar barang bukti kasusnya di Mapolres, Rabu (28/12/2016).

Tersangka mengaku hubungan mereka menjurus ke persetubuhan. Bahkan, mengaku sampai tidak ingat berapa kali siswi salah satu madrasah itu digagahinya. Sedangkan menjalin hubungan dengan anak di bawah umur karena rumah tangganya berantakan. "Sudah lama pisah ranjang dengan istri. Lama-kelamaan (perselingkuhan) ketahuan istri,” ujar pria yang mengatakan putranya kini berusia enam tahun.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, perbuatan tidak senonoh dilakukan tersangka terhadap korban selama 10 kali, yakni empat kali di Ngargoyoso dan enam kali di Jumantono. "Tersangka yang mengaku bujangan, mengelabui korban. Ia juga menjanjikannya dinikahi agar mau diajak bersetubuh,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI