Mengaku Sebagai Anggota TNI, Sudiyar Perdaya 17 Wanita

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Mengaku sebagai anggota TNI, Sudiyar alias Beni (32), warga Mijen, Kabupaten Semarang, berburu di media sosial dan berhasil mengelabui 17 orang wanita serta melarikan harta benda serta kendaraan mereka. Seluruh aksi tersebut dilakukannya hanya dalam waktu tiga bulan saja. 

Pengungkapan rentetan penipuan dan penggelapan tersebut bermula saat salah satu korban, Wulan (27), warga Wonogiri, melapor ke Polres Boyolali jika motornya dilarikan tersangka di wilayah Ampel, Boyolali, pada 13 Agustus lalu. Modusnya, tersangka mencari korban di media sosial dan mengaku sebagai anggota TNI yang berdinas di Pekalongan. 

Korban lalu diajak bertemu di wilayah Sukoharjo dan diajak ke wilayah Desa Tanduk, Ampel dengan menggunakan sepeda motor korban, alasannya untuk menemui orang tua tersangka. Di sana, mereka berhenti di salah satu toko modern dan korban disuruh membelikan pembalut organ kewanitaan, alasannya pembalut tersebut untuk ibu tersangka. Saat itulah, korban melarikan kendaraan serta harta benda lainnya milik korban. 

"Motifnya macam-macam, ada yang saya suruh beli pembalut atau makanan kecil, kendaraan saya pinjam untuk kencing‎ dan sebagainya," kata tersangka saat pers rilis oleh Polres Boyolali, Kamis (12/9/2019). 

Untuk cara memperdaya korban, setelah berkenalan di media sosial, tersangka mengajak calon korban untuk video call. Ia lalu mengaku sebagai anggota TNI. Agar lebih menyakinkan, ia selalu menggantungkan kaos loreng TNI sebagai latar belakang percakapan. Dengan modus tersebut, ia berhasil memperdaya 17 wanita yang rata-rata berusia muda dari berbagai latar belakang profesi, dari guru, perawat, mahasiswa, hingga pelajar. 

"Korban wanita semua. Saya tak pilih-pilih asal korban bisa diperdaya dan diajak ketemu, ada yang lajang ada yang janda. Rata-rata butuh waktu tiga hari untuk memperdaya korban," tegasnya.

Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, dari penelusuran, seluruh korban tersangka sebanyak 17 orang dari berbagai kota, dari Wonogiri, Klaten, Semarang, hingga Sragen. Meski tak ada warga Boyolali yang menjadi korban, tersangka tercatat enam kali melarikan kendaraan di wilayah Ampel, Boyolali. 

Saat ini, pihaknya sudah berhasil mengamankan berbagai barang bukti, diantaranya lima kendaraan roda dua hasil penipuan‎ hingga pembalut organ kewanitaan. Rata-rata, motor hasil penggelapan tersebut digadaikan atau dijual sebesar Rp 2 juta yang lalu dihabiskan untuk bermain judi jenis dadu. Setelah memperdaya korban, tersangka selalu berganti nomor telepon sehingga tak bisa dihubungi korban.  

"Tersangka tak melakukan kekerasan fisik, hanya merayu korban dan lalu melarikan kendarannya,"jelasnya. 

‎Atas kelakuannya tersebut, tersangka akan dijerat Pasal 372 Juncto 378 KUHP, dengan ancaman lima tahun kurungan penjara. (Gal)

BERITA REKOMENDASI