Menikah Palsukan Identitas, Diganjar 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Editor: Ivan Aditya

SURABAYA, KRJOGJA.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan kepada Ba. Terdakwa dianggap bersalah melanggar 279 ayat 1 KUHP tentang perkawinan.

Vonis ini lebih ringan 4 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rista Erna SH tang meminta hakim menghukum terdakwa dengan 1 tahun 6 bulan penjara. “Perbuatan terdakwa juga merugikan orang lain,” tegas Ketua Majelis Hakim, I Ketut Tirta SH membacakan amar putusannya dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (27/09/2021).

Dalam pertimbangan majelis hakim menyebutkan jika perbuatan terdakwa yang melakukan pernikahan siri tanpa sepengetahuan atau seizin istri pertama. Hal ini melanggar pasal 279 ayat 1 KUHP tentang perkawinan atau perkawinannya menjadi penghalang yang sah.

Atas vonis ini jaksa Rista Erna menyatakan pikir-pikir. Hal yang sama juga dilontarkan terdakwa yang menyatakan pikir-pikir kepada majelis hakim melalui sambungan teleconference.

Ba diseret ke meja hijau setelah memalsukan identitas dengan mengaku lajang, padahal sudah memiliki istri sah dan dikarunia tiga orang anak. Ba menikah dengan Martha Lazuarditya Novitri pada 2004 silam di KUA Magersari Kota Mojokerto dengan Kutipan Akta Nikah Nomor: 387/50/IX/2004 tanggal 14 September 2004.

Dengan memalsukan dokumen dan mengaku sebagai lajang, kemudian terdakwa Bambang menikah dengan Charolina Ria Putri dan mengucapkan ijab qobul di hadapan penghulu KUA Kecamatan Semampir Surabaya dengan Kutipan Akta Nikah Nomor: 0081/014/II/2019 tanggal 04 Februari 2019. (*)

BERITA REKOMENDASI