Merasa Ditipu Bos LPK, Calon TKI Lapor ke Polda

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak enam Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) asal Magelang beserta kuasa hukumnya melaporkan H ke Polda DIY atas kasus penggelapan paspor. H diduga merugikan mereka dengan menahan paspor dan sejumlah uang sebesar Rp 45 juta per orang.

"Di Polda DIY kita laporkan H atas kasus penggelapan paspor milik beberapa siswa didiknya," kata Joko Supriyadi kuasa hukum dari CTKI kepada wartawan di Mapolda DIY," Selasa (13/08/2019).

Menururnya, H dilaporkan lantaran diduga telah menggelapkan paspor sejumlah CTKI yang akan bekerja ke Luar Negeri (Jepang) melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) miliknya. Kejadian tersebut bermula pada tahun 2017 lalu.

"Jadi anak-anak dulu mau magang kerja ke Japang lewat H. Dari janji yang bersangkutan sampaikan, bahwa yang bayar lunas itu langsung di berangkatkan tanpa seleksi, hingga saat ini zonk," ucapnya.

Dari informasi yang diperoleh, masing-masing CTKI harus membayar uang pendidikan beserta paspor sejumlah Rp 45 juta. Namun hingga dua tahun ini, tidak ada proses pemberangkatan. 

"Janjinya pertama diberangkatkan pada bulan Oktober, November, Desember 2017. Bahkan pernah ditagih menanyakan paspor dan uang, H menjawab bahwa uang CTKI itu sudah habis satu tahun lalu," jelasnya.

Joko menambahkan, saat ini mereka terhambat pergi ke luar negeri karena tidak memiliki paspor. Bahkan kabarnya sebagian dari mereka sudah beralih ke LPK baru agar bisa pergi ke Jepang.

Nanang Yunitrianto (20) warga Magelang salah satu korban mengaku, tergiur dengan janji yang ditawarkan H. Nanang diiming-imingi magang di bidang pertanian. Dengan bayar 45 juta, H berjanji beberapa bulan setelahnya akan di berangkatkan ke Jepang tanpa seleksi.

"Yang bersangkutan disana bilang kalau segera membayar uang Rp. 45 juta, akan segera di berangkatkan dan dibuatkan paspor. Namun setelah saya menunggu bersama teman-teman kurang lebih dua tahun itu tidak terbukti," terangnya.

"H juga bilang pada tanggal 25 Februari 2019 di dalam forum LPK, uang kami itu sudah habis di Indonesia. Kami tidak tahu habis karena apa. Setelah itu kami sudah tidak percaya lagi kepada yang bersangkutan," imbuhnya.

Diketahui H adalah pemilik dari LPK yang bertempat di Jalan Kaliurang, DIY. Pihak pelapor meminta Polda DIY untuk menangani serius kasus tersebut. (Ive)

BERITA REKOMENDASI