Minta Balik HP Miliknya, Bocah Ini Malah Dipukul

SOLO (KRjogja.com) – Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polresta Surakarta menerima laporan mengenai kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan pelaku dan korban anak sekolah dasar (SD). Polisi akan memanggil semua pihak untuk diminta keterangannya dalam waktu dekat.

Kanit PPA Polresta Surakarta AKP Hastin Mahardjanti, Jumat (12/8/2016) mengatakan, kasus dugaan penganiayaan sudah ditangani setelah ada laporan resmi masuk ke Polresta Surakarta. Selanjutnya polisi akan menindaklanjuti dengan memanggil pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan.

“Keterangan dari orang tua korban, orang tua pelaku dan sekolah sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Meski melibatkan anak anak namun Polresta Surakarta akan menyelesaikan kasus sesuai dengan aturan berlaku. Salah satunya mengacu pada aturan Undang Undang Perlindungan Anak.

Kasus dugaan penganiayaan terjadi dengan korban A siswa kelas III SD di wilayah Kecamatan Jebres, Solo. Dugaan penganiayaan terjadi pada Selasa (2/8/2016) sekitar pukul 10.00 saat teman sekelasnya, R merebut handphone milik A. R menggunakan handphone tersebut untuk memotret. Setelah selesai A berusaha meminta kembali handphone miliknya dan ditolak R dengan langsung melakukan pemukulan.

Pada saat kejadian kondisi sekolah sedang sepi dari pengawasan guru karena sedang melaksanakan rapat. Korban A kemudian melaporkan kejadian dugaan penganiayaan tersebut kepada orang tua dan ditindaklanjuti dengan melaporkan resmi ke polisi. (Mam)

BERITA REKOMENDASI