Motif Pembacokan Karena Teriakan Klitih Diabaikan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jajaran Polsekta Jetis akhirnya menetapkan enam remaja sebagai tersangka kasus pembacokan yang terjadi di Jalan AM Sangaji Yogyakarta, Kamis (21/12/2017) dini hari kemarin. Walau seorang pelaku sempat buron, namun siang tadi petugas telah berhasil menangkapnya. Dari pengakuan para tersangka terungkap motif penganiayaan yang dilakukan gerombolan Klitih ini yakni karena korban tak menyahut teriakan mereka.

Kapolsekta Jetis, Kompol Hariyanto mengungkapkan sebenarnya pasca kejadian anak buahnya telah berhasil menangkap sekitar delapan orang yang diduga sebagai pelaku. Namun setelah dilakukan pemeriksaan saat itu baru empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena perannya terbukti terlibat dalam penganiayaan yang mengakibatkan Abdul Rauf Abi Nur (20) asal Batang Jawa Tengah serta Rizki Romadoni (19) warga Ponjong Gunungkidul mengalami luka bacok.

Baca juga :

Teror Klitih Berlanjut, Dua Pengendara Ditebas Pedang

“Setelah dilakukan pemeriksaan, dari sekitar delapan orang yang sebagian besar diamankankan di depan RS Ludirohusodo hanya empat orang yang terbukti berperan dan ditetapkan sebagai tersangka. Seorang lainnya selanjutnya berhasil kami amankan dan pelaku yang buron yakni Kl juga telah ditangkap. Jadi jumlah seluruh pelaku enam orang semuanya berhasil kami tangkap,” jelasnya di Mapolsekta Jetis, Jumat (22/12/2017).

Hariyanto mengungkapkan, motif aksi Klitih yang dilakukan gerombolan remaja ini terbilang sepele, yakni karena kedua korban tak menyahut teriakan kelompok mereka. Saat kawanan ini melintas di jalan AM Sangaji mereka berpapasan dengan korban namun ketika disapa dengan teriakan dua pemuda karyawan rumah makan itu hanya diam saja.

“Karena itulah kemudian para pelaku berbalik arah melakukan aksi pengeroyokan dan penganiayaan. Jadi motifnya hanya masalah sepele seperti itu saja sehingga memicu kemarahan mereka,” ungkap Hariyanto.

Sebelum beraksi gerombolan ini sempat berkeliling kota. Pelaku Fa memang telah mempersiapkan diri membawa pedang dan saat kejadian ia merupakan eksekutor yang membacok para korban.

Ditegaskan Hariyanto, walau para pelaku aksi Klitih ini masih berusia dibawah umur namun petugas tetap akan menjeratnya dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam. Bahkan seorang pelaku diantaranya yakni Ar diketahui seorang residivis yang pernah terjerat hukum di Polresta Yogyakarta. (Van)

BERITA REKOMENDASI