Mucikar Manfaatkan WhatsApp Jual Wanita Penghibur

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil membongkar bisnis prostitusi yang dijalankan oleh seorang mucikari dengan memanfaatkan WhatsApp. Melalui aplikasi tersebut DD (32) warga Kasihan Bantul menawarkan wanita penghibur kepada para pelanggan dengan tarif sekali kencan berkisar Rp 700 ribu. Dengan menyertakan foto seksi para pekerja seks komersial (PSK) melalui pesan singkat yang dikirim tersangka, pria-pria pemuja birahi bebas memilih wanita mana yang hendak dikencaninya.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Tommy Wibisono mengungkapkan, modus pelaku yang cukup rapih dalam menjalankan bisnis prostitusi ini membuat Polisi cukup kesulitan untuk mengungkapnya. Bahkan petugas terpaksa harus menyamar sebagai seorang pria hidung belang yang berpura-pura hendak memboking PSK sebelum akhirnya menangkap sang germo.

Terbongkarnya bisnis yang dijalankan tersangka bermula dari informasi adanya praktik prostitusi dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mendapat nomor tersangka lalu menghubunginya melalui pesan singkat tersebut.

Dari percakapan itu diketahui jika DD mendapat order untuk mengantarkan PSK kepada seorang pelanggan di sebuah hotel di Jalan Diponegoro Yogyakarta. Berbekal informasi itu Polisi langsung melakukan serangkaian penjebakan untuk menangkap tersangka.

“Tersangka mendapat chat dari konsumen melalui WhatsApp yang ingin membooking PSK. Selanjutnya tersangka menawarkan pekerjaan itu kepada seorang PSK berinisial MN dan setelah disetujui mereka membuat janji di sebuah hotel,” ungkap Tommy Wibisono di Mapolresta Yogyakarta, Jumat (16/06/2017).

Setelah bertemu di hotel yang sudah dijanjikan akhirnya pelaku menyerahkan MN kepada si pelanggan. Begitu uang Rp 700 ribu diterima tersangka mempersilakan MN untuk dikencani oleh pria tersebut di kamar nomor 215 yang telah dibooking sebelumnya, sementara DD menunggu di lobi hotel.

Beberapa menit kemudian usai melayani tamunya MN keluar kamar. Tersangka segera menjemput wanita cantik itu untuk kemudian hendak diserahkan kepada pelanggan berikutnya tak lain seorang anggota Polisi yang tengah menyamar.

Setelah memastikan peran tersangka dalam aksi prostitusi online ini akhirnya petugas segera melakukan penangkapan. Awalnya pelaku sempat membantah dirinya sebagai mucikari, namun setelah Polisi menunjukkan bukti percakapan mereka sebelumnya akhirnya sang germo tak dapat mengelak lagi. (Van)

BERITA REKOMENDASI