Ngaku Dukun Sakti Setubuhi Korban Selama 4 Tahun

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Polres Sukoharjo menangkap satu orang pelaku penipuan berkedok sebagai dukun sakti yang bisa memberikan harta karun peninggalan Bung Karno. Korban tergiur hingga bersedia menuruti permintaan pelaku meminta uang dengan total Rp 70 juta dan diajak berhubungan badan sejak tahun 2018 sampai tahun 2022.Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Kamis (2/6/2022) mengatakan, pelaku yakni RM (42) warga Kecamatan Sukoharjo dan korban SNR (52) warga Kecamatan Sukoharjo. Korban dan pelaku merupakan tetangga yang tinggal di satu lingkungan sama.

Kronologis kejadian bermula saat korban bercerita kepada pelaku dengan niat ingin pisah dari suaminya. Sejak saat itu hubungan korban dengan pelaku semakin dekat. Pelaku bahkan memiliki niat jahat saat mengetahui korban sudah bercerai dari suaminya.

Korban usai bercerai dari suaminya bercerita kepada pelaku ingin memiliki banyak harta. Pelaku kemudian memanfaatkan korban dengan mengaku memiliki kenalan dukun sakti.

“Pelaku ini seakan-akan punya kenalan dukun sakti. Padahal pelaku sendiri itu yang mengaku dukun sakti dengan mengoperasikan dua unit handphone untuk berkenalan dan berkomunikasi dengan korban. Korban tergiur dan percaya dengan dukun sakti tersebut yang sebenarnya adalah pelaku itu sendiri,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, pelaku melakukan perbuatan dengan cara mengoperasikan dua unit handphone. Satu unit handphone dioperasikan dengan nama Sangaji untuk berkomunikasi dengan korban. Pelaku menawarkan kepada korban bisa memberikan harta karun peninggalan Bung Karno berupa perhiasan.

Aksi pelaku untuk menyakinkan korban dilakukan dengan meminta kepada pelaku mengambil perhiasan dibawah pohon pisang belakang rumah korban. Pelaku sebelumnya telah meletakkan barang berupa kalung emas imitasi di bawah pohon pisang tersebut agar korban percaya.

Korban kemudian menuruti permintaan pelaku dan mendapati kalung perhiasan. Korban kemudian percaya atas kepintaran dukun sakti. Antara korban dan pelaku usai kejadian tersebut masih sering berkomunikasi melalui handphone. Pelaku kemudian meminta kepada korban untuk mengembalikan barang yang telah diambil ke tempat semula.

Pelaku yang mengaku sebagai dukun sakti Sangaji juga menyampaikan bahwa bisa membantu menggandakan uang dengan bermacam-macam syarat. Korban kemudian percaya dengan pelaku. Korban bersedia meletakan uang secara bertahap di bawah pohon pisang di belakang rumahnya atas permintaan pelaku.

Untuk syarat-syarat yang harus dipenuhi korban sesuai permintaan pelaku yakni, membeli minyak apel seharga Rp 1,5 juta sampai Rp 1,8 juta, membeli kepala babi seharga Rp 2,5 juta dan membeli sepasang ayam cemani Rp 3 juta. Perbuatan pelaku meminta uang kepada korban tersebut dilakukan secara berulang-ulang dari tahun 2018 sampai bulan Maret 2022 dengan jumlah total Rp 70 juta.

Korban setelah meletakan uang tersebut di bawah pohon pisang kemudian tanpa sepengetahuan korban, pelaku mengambil uang dan ditaruh di dalam tas. Pelaku juga menyampaikan kepada korban bahwa sebagai syarat korban harus melakukan hubungan suami isteri atau bersetubuh dengan pelaku dilakukan secara berulang-ulang sejak akhir tahun 2018 sampai dengan bulan Maret tahun 2022.

BERITA REKOMENDASI