Ngaku Wartawan Lakukan Pemerasan, Tiga Tersangka Dibekuk di Bantul

BANTUL, KRJOGJA.com – Tim Resmob Polres Bantul Polda DIY berhasil mengungkap kasus pemerasan  oleh tiga orang yang mengaku sebagai wartawan media cetak. Tiga tersangka masing-masing Ms, Ts serta Dvt asal Jawa Barat. Hingga kini kasus tersebut terus dikembangkan petugas untuk mengungkap kasus lainnya.

Baca Juga: "Semangka Aku Pernah Dipegang"

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya SIK, Jumat (23/8/2019) mengatakan, kasus pemerasan yang dilakukan orang yang mengaku wartawan tersebut terjadi Selasa (20/8/2019) di Jalan  Guwosari, Pajangan,  Bantul. Siang itu sekitar  pukul 14.00 WIB, korban Ja warga Kasihan Bantul bersama teman wanitanya bermaksut mencari makan siang dengan naik mobil. Selesai makan, korban menuju kerumahnya, tetapi ditengah jalan mobilnya dihentikan dua orang laki-laki tidak dikenal. “Ketika berusaha menghentikan itu salah satu pelaku mengaku sebagai wartawan, setelah itu pelaku masuk mobil yang diikuti pelaku lainnya,” ujar Riko.

Selama dalam mobil itu, pelaku mengatakan jika sudah merekam  semua aktivitas korban. Jika tidak memberikan uang Rp 100.000.000, hasil rekaman akan disebarluaskan, kemudian korban menyerahkan uang Rp 15.000.000. Setelah menerima laporan sudah terjadi pemerasan, petugas dipimpin Kanit Resmob Polres Bantul, Iptu Supriyadi SH  melaksanakan penyelidikan dilapangan. Hasil penyelidikan  diketahui, pelapor ingin memberikan sejumlah uang kekurangan kepada pelaku. Karena komplotan tersebut meminta kekurangan uang kepada pelapor.

Jika tidak memenuhi akan menyebarluaskan rekaman kegiatan pelapor. Kemudian disepakati penyerahan uang dilakukan di rumah pelapor, tetapi begitu sampai rumah korban pelaku curiga akan dijebak. Kemudian Rabu (21/8/2019) pukul 21.30 WIB di Jalan Jenderal Sudirman Bantul, Resmob berhasil mengamankan 1 satu unit mobil Daihatsu B-1417-POC dan 3 orang yang diduga pelaku tindak pidana tersebut.

Baca Juga: Wow.. Semangka Bisa Gantikan Viagra?

“Merujuk pemeriksaan awal, ketiga terduga pelaku mengakui dan membenarkan telah mengaku sebagai wartawan salah satu media cetak yang digunakan untuk memeras korban,” ujar Riko. (Roy)
 

 

BERITA REKOMENDASI