Ngamuk! Mertua Dihajar Sampai Pingsan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Gara-gara terlalu mencampuri urusan rumah tangga putrinya, seorang pria asal Bodean Rt 01/Rw IV Kelurahan Delingan, Karanganyar Kota, Suparjo (66) dihajar bertubi-tubi oleh menantunya sendiri. Penyebabnya, korban melarang putrinya rujuk kembali dengan suami.

“Tersangka itu menantunya, bernama Muhammad Didik (39) yang tinggal sekampung dengan korban. Ia mendatangi korban untuk meminta kembali istrinya pulang pada Senin (21/8/2017) pukul 01.30 WIB. Keluarganya ada masalah, sehingga istri dan anaknya lari ke rumah korban,” kata Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus dugaan penganiayaan di Mapolres, Jumat (8/9/2017).

Korban awalnya tidak mengizinkan tersangka masuk ke rumahnya karena menduganya mabuk miras. Ia khawatir tersangka mengamuk begitu pintu dibuka. Namun, tersangka meyakinkannya hanya ingin mengobrol saja. Setelah keduanya berbincang di teras, tersangka meminta ayah mertuanya itu membujuk putrinya, Siti Lestari (36) agar mau diajak rujuk kembali.

Sayangnya, permintaan itu ditolak mentah-mentah. Hal itulah yang membuat tersangka naik pitam kemudian mengancamnya dengan menodongkan celurit sambil merangkul lehernya.

Diperlakukan demikian, korban memberontak dan mendorongnya sampai terjatuh. Ia lari menuju kamar putrinya sambil berteriak Didik mengamuk sambil menyuruhnya menyelamatkan diri. Melihat hal itu, emosi tersangka makin memuncak. Ia lebih ganas menganiaya korban setelah mendobrak pintu kamar sampai jebol.

“Korban sampai tak sadarkan diri karena dipukuli bertubi-tubi. Luka di kepala, leher dan dada. Ia diopname lima hari di RS,” katanya.

Melihat mertuanya terkapar, tersangka pun kabur. Ia ditangkap polisi berdasarkan laporan istrinya ke polisi.

Di hadapan penyidik, Didik mengatakan prahara rumah tangganya dipicu kelakuan sang istri doyan kelayaban.

“Dia (Siti) seringnya fitnesan dan keluar rumah tanpa minta izin,” katanya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 351 KUHP atau pasal 335 KUHP atau pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara. (Lim)

BERITA REKOMENDASI