Nilai Ijazah Siswa Tanggungjawab Kepala Sekolah, Bukan Bendahara

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kuasa hukum Supriyanto, Odie Hudiyanto SH menegaskan kliennya sebagai seorang bendahara sekolah tak memiliki kewenangan untuk menentukan apalagi memasukan nilai dalam ijazah. Menurutnya ada pihak yang lebih bertanggungjawab dalam urusan pemberian nilai di sekolah, yakni kepala sekolah.

“Supriyanto sebagai tersangka, ini merupakan hal yang tak masuk akal. Supriyanto tidak memiliki kewenangan untuk memerintahkan pada siapapun, termasuk kepada staf di sekolah untuk memasukan nilai di ijazah,” kata Odie Hudiyanto di Sleman, Kamis (15/07/2021)

Ia juga mengungkapkan dalam pemeriksaan di Polsek Sleman, Supriyanto telah mengatakan dirinya tidak pernah memerintahkan staf di sekolah bernama Anna Indah Silvana untuk memasukan nilai dalam ijazah. Namun dalam perkembangan penyelidikan justru Supriyanto akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pasal 266 KUHP terkait menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik.

Odie Hudiyanto menegaskan dalam permasalahan ini seharusnya kepala sekolah yang harus bertanggungjawab atas keluarnya nilai dalam ijazah. Dalam pemeriksaan pun kepala sekolah dihadirkan bukan di awal, namun setelah Supriyanto ditetapkan sebagai tersangka.

“Kenapa kepala sekolah yang punya tanggungjawab kewenangan pembelajaran tidak diperiksa di awal? Diperiksanya setelah Supriyanto ditetapkan tersangka dan kepala sekolah bebas sampai hari ini dari segala unsur sangkaan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pasal 266 KUHP merupakan pidana bersyarat, yaitu unsur kerugiannya harus jelas. Padahal Supriyanto tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang disangkakan, apalagi mendapat keuntungan dari itu.

Sementara itu istri Supriyanto, Ani Suprianingsih mengatakan selama ini suaminya menjadi tulang punggung keluarga. Setelah Supriyanto ditahan sejak dua bulan lalu maka keluarga dengan tiga orang anak ini kehilangan sosok kepala rumah tangga sebagai penopang ekonomi.

“Suami saya pertama kali ditahan 4 Mei 2021 di Polsek Mlati, tanggal 28 Juni dilimpahkan ke Polres Sleman. Sampai saat ini tidak bisa bertemu,” ungkap ibu rumah tangga ini.

Supriyanto selama ini bekerja sebagai bendahara salah satu sekolah swasta di Mlati Sleman. Warga Klaten Jawa Tengah ini harus berurusan dengan hukum atas laporan nomor LP/64/VIII/2018/Res.Slm/Sek.Mlati yang diajukan Erika Handriati, wali murid salah seorang siswa yang pernah bersekolah di sana.

Sidang perdana kasus ini sedianya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sleman siang tadi. Namun pelaksanan sidang harus diundur hingga 27 Juli mendatang. (Van)

BERITA REKOMENDASI