Oknum ASN Jadi Tersangka Penipuan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – SUT (42) seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) warga Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo Kota ditangkap Polsek Sukoharjo atas kasus penipuan atau penggelapan. Tersangkat dijerat Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.

Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Parwanto mengatakan, kronologis kejadian bermula pada Minggu 3 Desember 2017 sekitar pukul 09.00 WIB saat tersangka meminjam sebuah sepeda motor Honda Beat AD-2804-AJC milik Trubus Joko Susilo warga Kelurahan Dukuh Kecamatan Sukoharjo Kota. Saat itu tersangka datang ke warung Sarwini di Kampung Tegalsari Kelurahan Bulakan Sukoharjo Kota dengan maksud menyewa sepeda motor itu dengan alasan sambil menunggu pencairan dari Bank Jateng sebesar Rp 150 juta.

Namun ternyata sepeda motor tersebut tidak kunjung dikembalikan dan membuat pemiliknya curiga menjadi korban penipuan. Aksi yang dilakukan tersangka ternyata bukan pertama namun sudah kali kedua pada 19 November 2017. Tersangka meminjam sepeda motor Honda Beat atas nama Adi Kuswanto dengan alasan sebagai sarana bekerja untuk anaknya.

Saat meminjam pada korban tersangka juga memakai alasan sama menunggu pencairan uang dari Bank Jateng.  Tersangka setelah mendapatkan sepeda motor incarannya kemudian menggadaikannya dengan nilai Rp 3,5 juta perunit. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukoharjo Kota.

Usai mendapat laporan tersebut Polsek Sukoharjo Kota langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui tersangka menggadaikan sepeda motor pada warga di wilayah Gayam dan Begajah, Kecamatan Sukoharjo Kota. “Tersangka berhasil kami tangkap dan sepeda motor milik korban masih dalam pencarian setelah digadaikan,” ujar AKP Parwanto kepada KRJOGJA.com, Jumat (06/04/2018).

Polisi sekarang masih melakukan penelurusan terhadap orang yang menerima gadai sepeda motor dari tersangka. Orang tersebut sudah dicari di rumah tinggalnya namun belum ditemukan. “Kami rencanakan orang yang menadah gadai tersebut dalam daftar pencairan orang (DPO),” lanjutnya.

Barang bukti yang diamankan petugas yakni berupa foto copy STNK, satu lembar Surat Keterangan dari KSP, dua buah BPKB motor, satu lembar keterangan. Tersangka SUT mengatakan, terpaksa melakukan penipuan terhadap korban karena terdesak ekonomi. Uang hasil menjual sepeda motor dipakai untuk memenuhi kebutuhan sendiri. (Mam)

BERITA REKOMENDASI