Paketan Sabu Itu Dibungkus Seperti Kiriman Online Shop

SLEMAN, KRJOGJA.com – FH (26) diamankan otoritas Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta karena berupaya menyelundupkan sabu seberat 5,5 kg senilai sekitar Rp 5 miliar. FH menyembunyikan sabu di dalam koper dan dikemas beberapa bungkus seperti paketan online.

Baca Juga: Bandara Adisutjipto Gagalkan Penyelundupan Sabu Rp 5 M

"Sabu dibungkus seperti paketan online shop yang akan dikirim," kata General manager PT. Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama saat jumpa pers di kantor Angkasa Pura I, Senin (07/10/2019).

FH adalah penumpang transit yang melakukan perjalanan dengan SJ 337 dari Lampung (TKG) mendarat di Yogyakarta (JOG) yang pada saat itu diketahui akan melakukan perjalanan kembali dari Yogyakarta menuju Makassar dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ 712.

Berdasarkan kronologis kejadian, pada pukul 19:44 WIB Minggu, 29 September 2019 lalu, Petugas Operator X-Ray mengidentifikasi tampilan gambar koper yang mencurigakan pada saat melalui pemeriksaan HBS (Hold Baggage Screening) Konvensional Terminal B Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

Personil kemudian mengarahkan kepada Senior operator untuk dilakukan analisa, dengan hasil bahwa koper tersebut perlu diakukan rekonsiliasi atau pemanggilan dan pemeriksaan lanjutan dengan pemilik koper. 

Atas kecurigaan petugas Aviation Security Bandara Internasional Adisutjipto dan sesuai dengan prosedur, kemudian dilakukan rekonsiliasi terhadap koper tersebut dan ditemukan 8 buah paket yang dibungkus isolasi berwarna cokelat, diduga sabu-sabu.

"Ketika koper dibuka ditemukan barang haram itu dalam keadaan sudah terbungkus," ucap Agus.

Sabu-sabu yang berhasil disita memiliki berat total 5.506,4 gram dengan taksiran nilai sebesar 5 Milyar rupiah, adapun masing-masing berat yaitu 667,0 gram; 682,8 gram; 680,0 gram; 712,2 gram; 684,6 gram; 709,2 gram; 683,6 gram; dan 687,0 gram.

“Penemuan ini kemudian telah dikoordinasikan dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Bea Cukai dan Lanud Adisutjipto, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Baca Juga: Digagalkan, Penyelundupan 5,5 Kg Sabu di Bandara Adisucipto

"Kemarin pun setelah dilakukan prosedur pemeriksaan dan interogasi, telah kami laksanakan serah terima pelaku dan barang bukti kepada BNN Provinsi DIY,” imbuhnya.

Sementara itu, Sudaryoko, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan, atas dasar pengakuan pelaku, ternyata yang bersangkutan sudah tiga kali melakukan kegiatan tersebut.

"Bahwa yang bersangkutan sudah tiga kali melakukan kegiatan penyelundupan dengan tujuan yang berbeda," ujarnya

Pihak BNN akan memperoses kasus tersebut sampai di pengadilan. Atas kasus tersebut, pelaku dikenakan pasal 114 dan 112 UU nomor 35 tahun 2009. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun. (Ive)

BERITA REKOMENDASI