Pasutri Asal Sleman Terus di Buru, Gondol Kas Kampung Rp 950 Juta

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pasangan suami istri (pasutri) asal Sleman yangdiduga melakukan investasi bodong senilai 64 miliar terus diburu polisi. Ironisnya uang yang dibawa kabur salah satunya milik kas kampung dimana selama 10 tahun ini mereka tinggal. 
 
"Sebelum lebaran uang itu seharusnya dibagikan kembali kepada warga, namun sampai saat ini belum ada. Warga sudah berusaha mencari keduanya, namun belum berhasil," ungkap Ketua RW 024 Sempu Suratmin saat dikonfirmasi KRjogja.com, Rabu (22/1/2020).
 
Dikatakan Suratmin, pasangan suami istri (pasutri) MW (43) dan istrinya IF sudah tinggal di Sempu sekitar 10 tahun. Selama itu pula, keduanya aktif ikut kegiatan yang diadakan warga dan pergaulan keduanya dinilai bagus.
 
Mereka mengumpulkan dana itu dengan dalih investasi pengadaan sembako ke sejumlah hotel berbintang di DIY dengan iming-iming profit sebesar 50-55 persen dari keuntungan. 
 
IF kemudian meminjam uang kas milik warga Sempu sebesar Rp 950 juta. Salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, IF pintar dalam berkata-kata dan selalu membawa dalil agama.
 
"Ada salah satu korban yang sudah menginvestasikan Rp 8 miliar dan baru mendapatkan profit Rp 72 juta. Ada juga korban dari Jakarta yang sudah investasi sebesar Rp 12 miliar," ungkap sumber tersebut.
 
Sebelumnya diberitakan penipuan berkedok investasi, kembali terjadi di Sleman dengan puluhan orang menjadi korban. Modusnya, investasi pengadaan sembako untuk penyediaan kebutuhan di sejumlah hotel berbintang di Yogya.  

Para korban tergiur bagi hasil yang besar yakni antara 50 hingga 55 persen dalam bisnis abal-abal yang dilakukan MW (43) dan istrinya IF (41), warga Ngemplak Sleman. Bahkan, pasangan suami istri (pasutri) pemilik UD Sakinah itu juga menggunakan dalil-dalil agama dalam menjalankan bisnisnya, sehingga para korban merasa investasinya bakal aman.  

Dari 46 orang yang tercatat menjadi korban, nilai investasi yang ditanamkan mencapai Rp 64 miliar. Korban aksi pasutri ini, mulai dari orang biasa, pengusaha, dokter bahkan profesor. 

(Ayu)

BERITA REKOMENDASI