Pasutri Pelaku Investasi Bodong Rp 64 Miliar Ditangkap di Balikpapan

SLEMAN, KRJOGJA.com –  Pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pelaku investasi bodong, MW (43) dan IF (41) warga Ngemplak Sleman akhirnya ditangkap Polsek Depok Timur. Keduanya ditangkap Rabu (29/1/2020) petang oleh unit Reskrim Polsek Depok Timur dipimpin Iptu Dewo Mahardian SIK di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Meskipun diduga berhasil menghimpun dana Rp 64 miliar dari puluhan orang, namun saat ditangkap, petugas hanya menemukan uang Rp 2-3 juta dari tangan keduanya. "Saat kami amankan, hanya ada uang tunai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta," ungkap Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal di ruang kerjanya, Kamis (30/1).

Kapolsek menjelaskan, keduanya ditangkap setelah adanya laporan dari seorang warga terkait kasus cek kosong senilai Rp 800 juta. Modusnya yakni berkedok investasi sembako di sejumlah hotel berbintang. "Pengakuannya uang dari investor diputar, namun masih kami dalami karena keduanya baru saja sampai Mapolsek. Statusnya sampai saat ini masih terlapor, kita tunggu perkembangan penyidikan," tandas Iptu Dewo.

Baca Juga : 

Pasutri Asal Sleman Terus di Buru, Gondol Kas Kampung Rp 950 Juta

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan orang menjadi korban penipuan investasi bodong yang diduga dilakukan MW dan IF. Mereka dijanjikan mendapatkan profit 40 hingga 55 persen dari keuntungan. Awalnya profit diberikan, namun belakangan para korban tidak mendapatkan haknya. Kedua terlapor selain sulit dihubungi, juga menghilang dari rumanya sehingga para korban melapor.

Selain tergiur profit, sejumlah korban mengaku tidak curiga dengan investasi sembako itu karena dalam menyampaikan perihal usahanya, IF selalu memakai dalil-dalil agama. Korban dari pasutri itu mulai dari pengusaha, dokter bahkan profesor. (Ayu)

 

 
 

BERITA REKOMENDASI