Pegawai Imigrasi Disergap Satgas

SLEMAN (KRjogja.com) – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digencarkan Satgas Saber Pungli DIY, baru saja menyasar Kantor Imigrasi Kelas 1 Yogyakarta. OTT yang berlangsung, Jumat (4/11/2016) menyergap 8 orang dan seorang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Orang itu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial BDP.  

Tersangka yang menjabat sebagai salah satu kepala seksi di Kantor Imigrasi ini, langsung dicopot dari jabatannya. Saat OTT, petugas menyita uang tunai Rp 11.550.000 yang diduga hasil pungli yang didapatkan dalam kurun waktu satu hari. Menariknya, besarnya pungli dilakukan dengan cara tawar menawar. Negosiasi terkait besarnya pungli dilakukan  pihak ketiga (calo).

"Harga yang ditawarkan pihak ketiga sebesar Rp 2 juta, kemudian besarnya uang yang diserahkan tergantung kesepakatan atau negosiasi. Uang pungli dari setiap korban di bawah Rp 1 juta," jelas Tim Yustisi Satgas Saber Pungli DIY Kombes Pol Antonius Pujianito di Mapolda DIY, Senin (7/11/2016).

Uang pungli diberikan itu dimaksudkan agar proses pembuatan paspor bisa dipercepat, bahkan bisa ditunggu langsung jadi. OTT ini dilakukan setelah adanya informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti. Setelah dua pekan lamanya melakukan penyelidikan, petugas langsung melakukan tangkap tangan.

Menurut Kombes Pol Antonius yang juga Direskrimsus Polda DIY ini, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. "Kita terus mendalami uang hasil pungli tersebut masuk ke kantong siapa saja. Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah," tandasnya.

Tersangka BDP dijerat Pasal 13 huruf e KUHP dengan ancaman 3 tahun. Meskipun tidak ditahan dan BDP dikembalikan ke instansinya, namun pemberkasan kasus tersebut tetap dilakukan Polda DIY. (Ayu/Sni/Ria)

 

BERITA REKOMENDASI