Pejalar SMK Dicabuli Tetangga Sendiri

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pelajar putri SMK swasta di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, RW (17)  menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri, AR (55). Kasus ini akan terus diungkap meski keluarga korban banyak mendapat tekanan dari berbagai pihak.

"Inginnya kasus ini dibuat damai saja, tapi saya tidak terima,” kata ibu korban Ny  Sutarsih (35) saat ditemui di kediamannya Desa Rasukan Kecamatan Purwodadi Purworejo, Sabtu (02/09).

Hal yang sama juga diungkapkan kuasa hukum korban Samino SH. “Kalaupun Polres Purworejo tidak mau menangani kami akan berusaha ke tingkat yang lebih tinggi. Karena kasus ini dilakukan dengan anak dibawah umur,” jelasnya.

Apalagi lanjut Samino, terhadap pelaku juga belum ada tindakan apa-apa. Namun merurut Kades Rasukan Sunardi pihak desa sudah melakukan rapat, namun belum ada keputusan yang memuaskan korban. “Kami sebenarnya sangat malu, ini baru pertama terjadi yang menimpa warga kami,” tambahnya.

Samino menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah secara prosedural agar kasus ini segera ditangani pihak berwajib. Korban pencabulan, RW (17) merupakan anak pertama dari tiga barsudara dan kini tidak mau lagi bersekolah karena malu. “Kami tetap akan menuntut secara hukum, agar kasus ini tidak terulang lagi,” tegas Ny Sutarsih.

Dari keterangan korban menurut Sutarsih, perlakuan tidak senonoh itu dilakukan di rumahnya disaat dirinya sedang bekerja di sawah. Sedang ayahnya Muslimin (45) bekerja di luar daerah. "Saat rumah sepi, pelaku masuk melalui pintu depan dan langsung melakukan tindakan tidak senonoh,” jelasnya seraya mengaku korban juga sudah divisum. (Nar)

BERITA REKOMENDASI