Pelaku Mutilasi Mengaku Akan Membangun Rumah dari Hasil Jual Mobil Rampasan

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Deni Priyanto (37) pelaku pembunuhan keji dan kejam dengan cara memutulasi terhadap korban kekasih Kuswatun Wachidah (51), warga Desa Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, mengaku membunuh korban dengan cara memukukan palu dan memotong motong tubuh korban, lantaran korban minta pembayaran hutang Rp 25 juta dan minta nikah siri. 

Baca Juga: Kasus Mutilasi Berhasil Dibongkar, Pelakunya Residivis

Pengakuan pelaku Deni warga Desa Gumelem, Wetan, Susukan, Banjarnagera, terungkap saat konfererensi pers, Senin (15/7/2019) di Mapolres Banyumas.

"Korban minta uang Rp 25 juta yang diberikan ke saya untuk dikembalika, selain itu korban minta dinikahi siri," kata Deni. Pelaku yang sudah punya anak istri itu, kemudian merencanakan melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara memutilasi.

Pelaku yang diketahui residivis itu kemudian membeli palu, golok, container plastik di toko dekat rumah kosnya, selanjutnya dibawa ke rumah kosnya di Kota Bandung. Setelah persiapan matang, pada Minggu (8/7/2019) sore saat korban datang ke kamar kos korban atas permintaan pelaku, kemudian dibunuh dipukul pakai palu seberat 0,5 kilogram, kemudian mayat korban diseret ke kamar mandi.

Baca Juga: Potongan Kaki, Tangan dan Kepala Manusia Ditemukan di Selokan

Mendapati korban masih bergerak, pelaku kembali memukul dengan batu kali.Setelah memastikan korban meninggal, pelaku memotonga menjadi beberapa bagian, kemudian dimasukan container plastik, dan kanton plastik.

Pada malam harinya pelaku dengan mengendarai mobil korban Toyota Rush nomor polisi D 1058 VBO, balik ke Banjarnegara dengan membawa potongan tubuh korban, karena merasa kesat dituduh selingkuh. "Saya sempat ngasih tahu istri. Kamu kan mengira aku selingkuh terus, itu yang kamu kira selingkuhan aku mutilasi, kalau tidak percaya lihat sendiri," ungkap Deni. Istri pelaku terdiam dan tidak menuruti perintahnya. 

Selanjutanya pelaku dengan mobil rampasannya membuah tubuh korban yang dimutilasi di dua lokasi yakni di Desa Watuagung, Tambak, Banyumas, dan Desa Sampang, Sempor, Kebumen dengan cara dibakar di gorong-gorong.

Baca Juga: Polres Banyumas Serahkan Jasad korban Mutilasi ke Keluarga

Menurutnya dengan membakar tubuh korban dengan harapa menghilangkan jejak. Setelah membakar tubuh korban, pelaku menjual mobilnya di show room di Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan dengan sistim tukar tambah. Pelaku mendapat uang kembalian Rp 100 juta dan dapat mobil Daihatsu Xenia.

Namun saat akan mengambil uang kembalian Rp 100 juta yang rencananya untuk membangun rumah, keduluan ditangkap anggota Satreskrim Polres Banyumas, yang sebelumnya sudah mengejarnya. 

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, menjelaskan penyidik sudah menyita  sejumlah barangbukti seperti palu, golok, kantong plastik, kontainer plastik, dan mobil korban, dan handphone. "Pelaku akan dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berncana, dan pencurian dangan kekerasan dengan maksimal hukuman mati," kata AKBP Bambang YS.(Dri)

BERITA REKOMENDASI