Pelaku Teror Bom Liquid Purnawirawan Prajurit

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Jajaran Jatanras Polda DIY berhasil meringkus pelaku bom motor Liquid Cafe Rabu (26/10/2016) lalu. Pelaku berinisial SYN (55) ditangkap di rumahnya kawasan Muntilan Jawa Tengah, Rabu (02/11/2016) dinihari. Pelaku merupakan purnawirawan TNI AD yang sebelumnya bertugas sebagai Babinsa dengan pangkat terakhir Pelda.

Polisi masih terus melakukan penyidikan terhadap tersangka untuk mengetahiu motif peledakan di tempat hiburan tersebut. Namun diduga aksi yang dilakukan mantan prajurit tersebut didasari atas perebutan lahan pengamanan.

Baca juga :

Teror Bom Motor Guncang Kafe Liquid

Polisi Ketahui Pelaku 'Bom Motor Liquid' dari CCTV

Tangani Teror di Liquid, Polda DIY Bentuk Timsus

Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Frans Tjahyono mengatakan, penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan kepemilikan kendaraan bermotor yang digunakan pelaku untuk memasang bom tersebut. Meskipun pelaku diketahui telah merusak nomor rangka mesin namun polisi tetap bisa melacak kepemilikan motor Yamaha Mio J tersebut hingga akhirnya melakukan penangkapan.

"Kami sebelumnya periksa beberapa saksi baik di TKP maupun hasil pengembangan. Akhirnya kami temukan runtutan kepemilikan motor dan benar seminggu sebelum kejadian, tersangka inilah yang membeli motor yang digunakan untuk memasang peledak," terangnya.

Dari pengakuan sementara tersangka, Frans menyampaikan bawasanya SYN merupakan pelaku tunggal yang merakit dan mengeksekusi sendiri ke TKP. "Dia sendiri yang merakit di rumahnya lalu membawa ke TKP dan dengan menggunakan remot memicu hingga memunculkan ledakan dan api," imbuhnya.

Kini tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai makelar mobil terpaksa mendekam di balik jeruji besi Polda DIY. Ia disangkakan pasal 7 PP pengganti UU RI no 1 tahun 2002 dan UU RI no 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

"Ancaman hukumannya penjara seumur hidup seperti yang tertuang dalam pasal tersebut. Namun kita juga masih terus dalami keterlibatan orang lain dan motif tersangka ini karena sementara dia belum menjelaskan," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI