Pelapor Investasi Bodong Putar Balikkan Fakta

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG (KRjogja.com) – Har (49) warga Krajan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang yang dilaporkan karena kasus dugaan investasi bodong oleh rekannya sendiri, Emy Chosatun warga Yogyakarta ke Polres Magelang, akhirnya buka suara. Dengan melampirkan sejumlah bukti otentik, dia menilai pelapor kasusnya telah memutar balikkan fakta.

 

”Bahwa apa yang disampaikan oleh pengacara (Emy Chomsatun, pelapor) adalah memutar balikkan fakta dan tidak sesuai kejadian yang sebenarnya. Kami memiliki sejumlah bukti mulai dari kwitansi, surat pernyataan hingga print percakapan telepon. Semua bukti ini sudah saya sampaikan ke penyidik,” katanya, Rabu (17/08/2016).

Menurutnya, kasus ini tidak hanya melibatkan dirinya dan Emy Chomsatun selaku pelapor, namun ada pihak lain yakni CV Alfatia selaku investor alat kesehatan tersebut. Dimana, perusahaan tersebut dikendalikan oleh Dk dan istrinya Hs. ”Justru saya juga menjadi korban bisnis investasi tersebut. Uang saya sebesar Rp 550 juta, sampai saat ini juga belum kembali,” jelasnya.

Dia sendiri mengaku, tidak tahu persis bisnis alkes yang dilakukan oleh Hs. ”Saya juga merasa ditipu. Namun saya ingin semua diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Diakui, kasus ini bermula ketika Emy meminta untuk bergabung dengan bisnis investasi tersebut. Emy tergiur dengan bagi hasil yang ditawarkan Hs. ”Dia (Emy) justru yang meminta untuk bergabung. Dalam proses itu, keduanya juga saling berkomunikasi tanpa sepengetahuan saya. Hingga akhirnya, Emy tiba-tiba mentransfer uang sebesar Rp 750 juta ke rekeningnya. Namun hanya berselang beberapa menit uang tersebut langsung saya transfer ke Hs. Saya memiliki bukti transfernya,” katanya, sambil menunjukkan bukti transfer tersebut.

Selanjutnya, pada 10 Mei 2016, Emy kembali memberikan uang kepadanya sebesar Rp 300 juta untuk investasi dengan keuntungan harian sebesar Rp 10 juta. Merasa tidak berwenang, beberapa jam setelah menerima uang itu, dirinya langsung memberikannya kepada Hs. ”Selang satu hari saya diminta Hs memberikan uang Rp 300 juta plus keuntungan Rp 10 juta kerumah Emy langsung. Saat itu, Emy justru kembali memberikan uang Rp 300 juta itu kepadanya, agar diputar kembali. Karena itu, saya berikan kembali uang itu kepada Hs,” ungkapnya.

Pada bulan puasa lalu, lanjutnya, Emy tiba-tiba meminta seluruh uangnya untuk dikembalikan mengingat akan dipergunakan untuk membayar tanah di Kulonprogo. Dia kemudian mempertemukan Emy dengan Hs. Namun, Hs belum bisa mengembalikan uang investasi milik Emy. ”Sampai muncul surat pernyataan yang ditanda tangani Dk, suami Hs selaku pemilik CV Alfatia bahwa mereka akan mengembalikan uang tersebut. Ada banyak saksi yang menyaksikan termasuk suami saya,” jelasnya.

Hingga akhirnya, uang tersebut tidak dikembalikan oleh Hs hingga batas waktu yang ditentukan. Namun, akhirnya Emy mengarahkan semua tuduhan investasi tersebut kepadanya. ”Ini kan salah sasaran. Saya ini juga korban kok,” kata perempuan berhijab ini.

Sebelumnya diberitakan Har, dilaporkan Emy Chomsatun, rekannya sendiri karena kasus dugaan investasi bodong. Emy merasa dirugikan sebesar Rp 1 miliar lebih. ”Ada laporan dan sekarang baru kita tindaklanjuti,” kata Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Rendy Wicaksana, terpisah. (Bag)

 

BERITA REKOMENDASI