Pelarian Donat Ternyata Andalkan Jejaring

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Polres Karanganyar mendalami keterlibatan narapidana di Rutan Klas I Surakarta dan sejumlah warga sipil dalam aksi melarikan diri terdakwa kasus curat Dian Rismawan (28) alias Donat. Selama sepekan melarikan diri, pemuda ini berpindah-pindah ke sembilan lokasi.

“Dian ini tergabung di sindikat pencuri. Nah, teman-temannya dari luar penjara itu yang membantu pelariannya,” jelas Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan di sela penyerahan berkas penangkapan Donat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Senin (8/8/2016).

Donat menyusun matang rencana melarikan diri sejak mendekam di Rutan. Seorang napi kasus pencurian membantunya berkomunikasi dengan warga Jogobondo Rt 04/Rw XXII Mojolaban Sukoharjo bernama Rohmat Isnaeni (20) yang membantu Donat lolos dari kejaran aparat. Kapolres enggan merinci bagaimana cara berkomunikasi warga binaan itu dengan orang luar dari balik jeruji besi.

“Lebih dari satu orang terlibat dalam pelarian Donat. Inisial R berbekal sepeda motor pinjaman kemudian menanti Donat menghampirinya setelah kabur dari halaman kantor PN. Lalu keduanya kabur,” jelasnya seraya mengatakan Rohmat dijerat pasal 223 KUHP karena membantu pelaku kejahatan melarikan diri.

Donat berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Dukuh Blumbang Rt 03/Rw I Desa Bantengan, Karanggede, Boyolali, Minggu (7/8/2016) pagi. Polisi terpaksa memuntahkan empat butir timah panas ke arah kakinya untuk melumpuhkan sang buron.

Kepala Kejari Karanganyar, Teguh Subroto mengapresiasi kerja polisi. Jadwal sidang kasus curat yang seharusnya berlangsung Senin pagi terpaksa hanya menghadirkan tersangka Eko alias Kodok karena kehadiran Donat belum dimungkinkan. Donat dikirim kembali ke Rutan Surakarta dengan pengawasan ketat dari aparat dan tim medis.

“Dibuat berkas tersendiri untuk Rohmat yang membantu Donat melarikan diri. Sedangkan Donat karena sakit ditunda dulu menghadiri sidang,” jelasnya. (M-8)

BERITA REKOMENDASI