Pemalsuan Kapur Anti Semut dan Kecoa Terbongkar, Pasutri Ini Jadi Tersangka

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satreskrim Polres Karanganyar menggerebek pabrik pemalsuan kapur ajaib ‘Bagus’ di Mojogedang. Seorang ditetapkan tersangka sedangkan lainnya kabur.

Lokasi penggerebekan di Dukuh Dawe Rt 02 Rw IV Desa Mojoroto Kecamatan Mojogedang. Di dalamnya, polisi menyita ratusan lembar karton, kapur tulis, cairan insektisida, dan sarana pemalsuan produk kapur anti semut dan serangga itu.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Husein mengatakan seorang tersangka berinisial SW (34) ikut andil dalam produksi produk palsu. Suaminya, Delon alias Alung (37) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Otak dibalik pemalsuan Kapur Ajaib Bagus adalah Delon. Masuk DPO. Yang berhasil ditangkap istrinya saja,” kata Kresnawan kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus tersebut, Selasa (12/4/2022).

Diceritakan, Delon dan istrinya memulai produksinya dengan mengontrak rumah di Mojogedang pada November 2021. Mereka mengupah tujuh orang yang membantunya memproduksi sekaligus mengemas produk palsu. Kemudian dijual ke berbagai pasar dan toko di wilayah Surabaya, Temanggung hingga Sulawesi.

Praktik pemalsuan terendus berkat aduan konsumen ke perusahaan induk PT Panca Talenta Mas. Kemudian perusahaan di Jakarta mengutus tim untuk menyelidikinya. Tim menemukan praktik pemalsuan di beberapa kota besar, termasuk Karanganyar. Lalu berkoordinasi ke Polres untuk menjerat pelakunya. Penggerebekan pabrik pemalsuan kapur Bagus berlangsung pada 19 Februari 2022.

Sementara itu pemalsuan kapur anti kecoa dan semut merek Bagus beromzet penjualan sampai Rp 3,6 miliar hanya dalam waktu empat bulan beroperasi. Keuntungan cepat diperoleh dari penjualan murah meriah produk palsu.
Berdasarkan keterangan PT Panca Talentamas Jakarta selaku perusahaan induk pembuat kapur Bagus, mereka mengalami kerugian akibat praktik curang tersangka.

“Per karton isi 20 bungkus dijual Rp 1,3 juta. Padahal yang produk asli Rp 1,9 juta. Kalau hitungan pack eceran dijual Rp 19 ribu. Palsu dijual Rp 12 ribu saja,” kata Direktur Operasional PT Panca Talentamas Jakarta, Rudiyanto.

BERITA REKOMENDASI