Pemilik Pabrik Mie Boraks Ditetapkan Tersangka

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO (KRjogja.com) – Jajaran Satuan Reskrim Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kulonprogo telah mengamankan semua barang bukti (BB) dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai penggrebegan pabrik mie yang diduga mengandung borak di Karangnongko, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Selain itu petugas juga telah memeriksa tujuh saksi pada Kamis (11/08/2016).

Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi SIK mengatakan, dalam penanganan kasus tersebut pihaknya sudah melakukan gelar perkara termasuk meminta keterangan saksi penjual bakso di lingkungan polres, pedagang mi di Pasar Beringharjo dan lima orang karyawan pabrik mie. Dari keterangan para saksi semua mengarah ke pemilik pabrik mie yakni, Ny Wgr (70) sebagai tersangkanya.

“Usai gelar perkara dan mengacu keterangan para saksi akhirnya kami menetapkan Ny Wgr sebagai tersangka. Semua yang mengendalikan produksi pembuatan mie mulai dari teknis pembuatan, cara pencampuran semua dikendalikannya. Termasuk yang membeli borak dengan diantar sopirnya ke toko kimia di Solo,” jelasnya.

Untuk memudahkan proses hukum, pihaknya telah melakukan pengelompokkan atau memisahkan BB seperti mie basah, bahan adonan mie yang belum dimasukkan ke dalam mesin penggiling dan mesin perajang. Demikian pula campuran borak sebagai bahan dasar mi juga telah petugas pisahkan untuk kemudian dikirim ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna uji laboratorium.

Kapolres mengungkapkan, pabrik mie bercampur borak di Sewon Bantul tersebut bisa menghasilkan sekitar 500 kg perhari. Peredarannya sudah sampai di pasar-pasar besar di DIY seperti Pasar Beringharjo, Pasar Giwangan, Pasar Bantul, Pasar Niten dan Pasar Prawirotaman. (*-32/Rul)

Baca juga :

Polisi Grebek Pabrik Mie Basah Mengandung Borak di Sewon

Kronologi Penggerebekan Mie Mengandung Borak

Temuan Mie BoraksTerus Dikembangkan

BERITA REKOMENDASI