Pemilik Perusahan Investasi Dipolisikan

SOLO, KRJOGJA.com (KRjogja.com)- Pemilik perusahaan investasi bernama ustaz YM dilaporkan puluhan  warga Solo Raya  ke Polresta Solo, Jumat (7/7/2017). Para korban merasa tertarik ditawari investasi bernama 'Patungan Usaha' dan 'Condotel' serta pembangunan hotel 'Siti'. 

Setelah mentransfer ke sebuah rekening ternyata tidak ada kabar beritanya, saat di cek ke YM hanya meminta maaf akan diluruskan namun uang yang terlanjur di investasikan tidak dikembalikan. Awalnya menurut salah satu investor bernama Wiyoto, warga Solo merasa tertarik saat ustad YM berceramah di sebuah hotel di Solo bulan November 2016. Akhirnya Wiyoto membeli saham 'Patungan Usaha' senilai Rp 10 juta. 

Baca Juga :

Nasabah Diimingi Keuntungan 5 Persen Setiap Bulan, Tersangka Penipuan Rp 2 Miliar Ditangkap

Kasus Investasi Bodong Tinggi

Wiyoto percaya figur ustaz YM akan memberikan bagi hasil. Namun Wiyoto hanya mendapat pemberitahuan kalau saham-saham yang semula ditanamkan di 'Patungan Usaha' dipindahkan ke Koperasi 'Indonesia Berjamaah'. 

"Pemberitahuan hanya melalui surat, tentang pembagian keuntungan tidak dirinci, termasuk nasib uang yang ditanam nasabah juga tidak disinggung," ujar Wiyoto didampingi penasehat hukum Rachmat K Siregar SH dan pendamping korban investasi Darso Arie Bakuama usai melapor ke Mapolresta Solo, Jumat (7/7/2017).

Menurut Rachmat K Siregar warga Solo Raya yang dirugikan mencapai puluhan orang dengan nilai ratusan juta. “Namun korban dari luar Solo seperti Medan, Surabaya, Kalimantan yang menguasakan kasusnya kepada saya mengalami kerugian sekitar Rp 5 miliar," paparnya.

 

Rachmat K Siregar SH dan pendamping korban investasi Darso Arie Bakuama  berupaya menemui ustaz YM dan hanya minta maaf serta berjanji kasusnya akan diluruskan. Namun YM tidak mengembalikan uang nasabah yang sudah terlanjur diterima. 

Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol  Agus Puryadi mewakili Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo, Jumat (7/7/ 2017) membenarkan kalau  YM dilaporkan ke Mapolresta Solo. "Kasusnya tentang investasi bodong yang telah dilarang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kasus itu masih dalam penyelidikan sejumlah saksi masih dimintai keterangan," ujar Kasat Reskrim. (Hwa).

BERITA REKOMENDASI