Pemusnahan Miras Tandai Operasi Ramadnia Candi 2017

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Operasi Ramadnia Candi 2017 di Kabupaten Karanganyar melibatkan seluruh personel pengamanan lintas sektoral. Menandai dimulainya operasi itu, seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diundang menyaksikan pemusnahan barang bukti kasus peredaran ilegal minuman keras (miras) di Mapolres, Senin (19/06/2017).

Usai penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti berkekuatan hukum tetap oleh pengadilan itu, para anggota Forkopimda mulai melemparkan satu persatu botol berisi miras dan membuang ciu di dalam jeriken. Kemudian, barang bukti itu digilas alat berat, yakni 393 botol miras berbagai merek dan 2.836 liter ciu.

Kepada wartawan usai pengecekan kesiapan armada operasional operasi Ramadnia Candi 2017, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi seluruh aparat yang tergabung di operasi tersebut. Ia meyakini problem pada operasi serupa tahun sebelumnya sudah diantisipasi sekarang. Menurutnya, tidak ada hal-hal menonjol.

“Justru rest area dan posko pengamanan banyak dimanfaatkan pemudik berkendaraan pribadi untuk melepas lelah. Pijat dan refreshing sebelum melanjutkan perjalanannya lagi,” katanya.

Berkat kesiapan seluruh aparat, jumlah kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran di Karanganyar minimal. Tentunya, sistematikanya akan diadopsi pada Operasi Ramadnia Candi 2017. Dalam operasi itu dilibatkan prajurit TNI, Senkom mitra Polri, Dishub PKP, Satpol PP, Satgas MTA dan sukarelawan kebencanaan.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan 623 personelnya diterjunkan pada operasi Ramadnia Candi 2017. Jumlah itu setara 2/3 kekuatan personel polri di wilayahnya. Mereka mendapat tugas menjaga 17 pos, terdiri 13 unit pos pengamanan (pospam), tiga pos pelayanan (posyan) dan satu pos terpadu.

“Selain personel polri dengan perintah penjagaan, juga diaktifkan satgas mafia pangan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dan minimalisir disparitas harga di pasaran,” katanya.

Dijelaskannya, seluruh personel yang bertugas di pos dilengkapi senjata api laras panjang dan baju anti peluru komplit seluruh tubuh. Dioperasikan pula dua unit satgas khusus dengan ranah perintah keras, tegas dan terukur. “Diperintahkan menembak di tempat bagi pelaku tindak kejahatan berbahaya,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI