Pengakuan Korban Pemukulan Patrich Wanggai, Sempat Didatangi Diminta Damai

YOGYA, KRJOGJA.com – Korban pemukulan pesepakbola Kalteng Putra Patrich Wanggai, Lalu Dhimas Aji buka suara terkait insiden penganiayaan yang dialaminya pada 11 April 2019 lalu di depan klub malam kawasan Demangan Baru Sleman. Dhimas yang pingsan setelah dipukul dibagian pelipis kiri tersebut sempat menceritakan didatangi Patrich beserta beberaoa kawan untuk diajak berdamai. 

Kepada wartawan, Dhimas mengungkap setelah kejadian pada 11 April, Patrich sempat dua kali mendatanginya yakni saat di rumah sakit Bethesda dan rumahnya kawasan Prawirodirjan Kota Yogyakarta. Menurut dia, kedatangan kedua di kediamannya pada 5 Juli 2019 lalu cukup membuat kaget dan sedikit terintimidasi karena Patrich datang membawa beberapa kawan seperti menginterogasi seseorang. 

“Patrich ini datang empat orang ke rumah saya, saat itu saya seperti diinterogasi, dengan nada yang membentak-bentak. Tapi karena di rumah itu ada ibu saya sedang istirahat ya saya diamkan saja, tidak saya tanggapi sampai akhirnya mereka pulang,” ungkap Dhimas ketika ditemui di kantor kuasa hukumnya kawasan Timoho Rabu (17/7/2019). 

Dari penuturan Dhimas diketahui kedatangan Patrich Wanggai dan rekan-rekannya tersebut berniat untuk mengajak berdamai setelah insiden yang terjadi hampir tiga bulan lalu. “Dia datang mau minta damai, tapi saya bilang silahkan bicara dengan pengacara saya,” sambung dia. 

Dhimas sendiri mengingat kejadian pemukulan terjadi saat ia berusaha melerai perkelahian antara Patrich dengan pria lain di kawasan klub malam. “Saat itu saya lihat ada keributan, saya pisah, tidak ada kepentingan apapun. Saya lerai, saya giring dia keluar tapi tiba-tiba saya dipukul, dipiting, saya berontak dan dipukul sampai jatuh, kemudian bangun Patrich sudah tidak ada,” kisahnya. 

Lantaran mengalami luka di kepala, Dhimas lantas dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan hingga tiga hari. “Saat itu harus dijahit, diinfus juga dan CT Scan. Mungkin habis lebih dari Rp 10 juta tapi itu teman saya semua yang mengurus, karena saya kondisinya ya seperti itulah,” ungkapnya lagi. 

Alam Dikorama AMd SH, kuasa hukum Dhimas menambahkan kliennya tersebut mengalami banyak kerugian akibat insiden pemukulan 11 April lalu. Selain luka fisik, kliennya juga mengalami dampak keretakan rumah tangga akibat kejadian tersebut. 

“Ada dampak besar bagi korban dalam hal ini dan harapannya polisi menangani kasus ini benar-benar dengan profesional,” tandas dia. 

Sementara kuasa hukum Patrich Wanggai, Ayon Triasmoro SH mengaku belum bisa berkomentar terkait penetapan tersangka kliennya tersebut. “Mohon maaf sementara belum bisa berkomentar dan memberi info apapun,” tandasnya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI