Pengedar Ganja Manfaatkan Ojek Online

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jajaran Satres Narkoba Polresta Yogyakarta mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja di wilayah Depok Sleman akhir Oktober 2017. Modus yang digunakan dalam peredaran barang haram ini dengan memanfaatkan pengantaran ojek online yang saat ini banyak terdapat di wilayah Yogyakarta.

Kasat Narkoba Polresta Yogyakarta, Kompol Sugeng Riyadi mengungkap, anggotanya sebelumnya mencurigai KH seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di DIY terlibat dalam penyalahgunaan ganja. Kecurigaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengintaian terhadapnya dan setelah memiliki cukup bukti akhirnya petugas mengamankannya.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti 5 gram ganja. KH mengakui mentransfer uang sejumlah Rp 250 ribu untuk menebus satu paket ganja dari seseorang tak dikenal yang kini dalam pengejaran.

“Ternyata pengiriman barang narkoba tersebut melalui ojek online yang dibungkus rapi. Setelah itu, tidak lama menerima barang dia (KH) kita amankan di kostnya kawasan Depok Sleman dengan barang bukti ganja 5 gram,” ungkap Sugeng di Mapolresta Yogyakarta, Senin (30/10/2017).

Adanya modus menggunakan ojek online untuk transaksi narkoba ini sebenarnya telah terjadi beberapa kali di wilayah Indonesia, namun pengemudi selalu saja tak tahu menahu barang apa yang dikirimkan melalui jasa tersebut. Alhasil kini jasa pengiriman melalui ojek online mendapat perhatian dari pihak kepolisian.

“Kita lakukan penyelidikan dan sudah memiliki data, kalau orangnya (pengemudi) itu-itu saja ya patut kita curigai dan bisa saja terlibat dalam sebuah jaringan, bisa kita kenakan pasal kalau mengetahui. Tapi kalau memang tidak, kami harus bekerjasama dengan pengelola dan pengemudi ojek online agar melapor apabila mencurigai barang yang diantarkannya,” tegas Sugeng.

Polisi sendiri melihat ada potensi besar bekerjasama dengan pengemudi ojek online yang selama ini tak jarang menggagalkan tindak kejahatan lantaran jejaring yang dimiliki. “Kami akan jalin kerjasama, jika ada indikasi narkoba atau barang hasil kejahatan maka bisa menginformasikan pada kepolisian,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI