Pengedar Narkoba Diringkus, 10.423 Heximer Diamankan

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Purbalingga mengamankan tidak kurang dari 10.243 butir pil Heximer dan 27 butir Alprazolam.  Puluhan ribu obat jenis psikotropika itu disita dari empat tersangka pelaku pengedar. 

“Awalnya, kami menangkap tersangka Hanif di jalan Desa Bojanegara Kecamatan Padamara Purbalingga,” tutur Kabag Operasional Polres Purbalingga, Kompol Sigit Ari Wibowo dalam press conference di Mapolres Purbalingga, Kamis (17/10/2019) petang.

Sigit Ari yang didampingi Kasat Narkoba AKP I Dewa Gede Ditya dan Kasubag Humas Iptu Widyastuti itu menambahkan, saat ditangkap pada Rabu dini hari (9/10/2019) itu, tersangka Hanif mengantongi 19 psikotropika jenis Alprazolam dan 4 butir Heximer. Dari mulut Hanif, polisi mendapatkan identitas pemasoknya.

Tanpa membuang waktu, tim Satnarkoba bergerak memburu Arif Yulianto (24), Sendy Yendra (20) dan Haning Rahayu (20), ketiganya warga Purwokerto. Ketiganya ditangkap di rumah masing-masing.

Dari tangan ketiganya, terkumpul 10.243 heximer dan 27 butir psikotropika jenis Alprazolam. Ketiga tersangka beserta barang bukti diamankan ke Mapolres Purbalingga.

Sehari sebelumnya, anggota Satnarkoba juga menggrebeg sebuah rumah di Desa Kutawis Bukateja Purbalingga. Dari rumah milik Albariyati (28) itu, polisi menemukan 50 paket berisi masing-masing 10 butir pil berwarna kuning, dan satu paket berisi 8 butir pil yang sama. Polisi juga menemukan satu toples kosong obat jenis Heximer.

“Sebelumnya ada laporan warga yang menyebutkan rumah itu kerap dikunjungi orang asing. Warga curiga ada transaksi narkoba disana,” ujar Ari Sigit.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan terdapat transaksi narkoba di rumah tersebut. Pada Selasa siang (8/10/2019) polisi bergerak menangkap pelaku. Dua tersangka masing-masing Albariyati dan Agung Pambudi (24) warga Banyumas diamankan di Mapolres.

Semua tersangka dijerat dengan pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 Juta.  (Rus)

BERITA REKOMENDASI