Pengemudi Mobil Maut, Dijadikan Tersangka

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Pengemudi mobil Suzuki Ertiga AA 9375 QE,  Maliq Komarudin (21), warga Kentengsari, Kecamatan Parakan dijadikan tersangka pada kecelakaan di jalur alternatif Temanggung-Semarang  Desa Geblog Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, yang mengakibatkan tewasnya sepasang suami istri pengendara sepeda motor, Suprihno (52) dan Waltinah (50), warga Rt 03/Rw 07 Dusun Jrakah, Desa Kaloran Kecamatan Kaloran.

Kanit Laka Lantas Polres Temanggung, Iptu Achirul Yahya Minggu (18/9/2016) mengatakan penetapan menjadi status tersangka setelah ditemukan alat bukti adanya pelanggaran hukum.  " Kini tersangka ditahan dan berada di sel tahanan Mapolres Temanggung," katanya.

Disampaikan pengemudi mobil mengakui semua perbuatannya bahwa telah mengemudi kendaraan dalam keadaan kurang sadar setelah menenggak bir di sebuah kafe yang berada di Kabupaten Semarang. Tak hanya itu tersangka  juga mengaku kelelahan setelah menempuh perjalanan cukup jauh, yakni dari Dieng menuju kafe tersebut untuk kemudian langsung pulang ke Temanggung.

"Untuk konsumsi narkoba negatif," katanya.

Atas kelalaiannya hingga menyebabkan nyawa orang lain melayang tersebut, Maliq dijerat dengan pasal 310 ayat 4 UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan atau denda sebesar Rp12 juta.

Disampaikan Yahya, polres telah membantu korban mendapatkan santunan dari perwakilan Jasa Raharja Magelang. Santunan telah diserahkan pada ahli waris korban.

Diberitakan, kecelakaan terjadi di jalur alternatif Temanggung-Semarang, tepatnya Desa Geblog Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, Kamis (15/9) pagi sekitar pukul 6.00 WIB usai sebuah mobil Suzuki Ertiga warna putih dengan nomor polisi AA 9375 QE yang dikemudikan Maliq Komarudin (21), warga Kentengsari, Kecamatan Parakan melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Semarang.

Tepat di turunan yang disertai tikungan tajam, tiba-tiba pengemudi hilang kendali dan mobil masuk ke jalur lain. Naas dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi B 6641 WFY yang ditumpangi Suprihno (52) dan Waltinah (50), warga Rt 03/Rw 07 Dusun Jrakah, Desa/Kecamatan Kaloran.

Tabrakan hebat pun tak dapat dihindari. Pengendara sepeda motor tersebut terseret hingga beberapa meter, sedangkan mobil terpental sejauh 15 meter dan masuk ke parit dengan kedalaman sekitar 2 meter dari bahu jalan.

Akibat kejadian ini Suprihno dan Waltinah tewas luka parah di bagian kaki dan kepala. Sedangkan seluruh penumpang mobil yang berisi seorang wanita dan empat pria (termasuk sopir), seluruhnya warga Kecamatan Parakan dan Ngadirejo hanya menderita luka ringan. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI