Penjahat Kembali ‘Obrak-abrik’ Sekolah di Bantul

BANTUL (KRjogja.com) – Kasus pembobolan dengan sasaran sekolah kembali terjadi di Bantul. Jika sebelumnya kawanan penjahat menyatroni SMP N 3 Pleret Bantul. Pada Rabu (27/12/2016) dini hari giliran SD Sendangsari di Dusun Manukan Pajangan dibobol kawanan pencuri spesialis sekolah tersebut. Dalam aksinya pelaku menyikat 12 komputer jenis all in one dan sebuah LCD. Akibat kejadian itu pihak sekolah menderita kerugian mencapai Rp 128 juta. Kasus pembobolan SD kini ditangani Polsek Pajangan Bantul.

Informasi yang dihimpun KRJogja.com dilapangan menyebutkan, pembobolan sekolah dasar di Sendangsari Pajangan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 05.00. Pagi itu saksi yang juga penjaga malam, Panggih bermaksud mematikan lampu di Kompleks SD. Namun lelaki yang keseharian juga jualan mi ayam dan bakso itu terkejut melihat pintu ruang laboratorium komputer terbuka. Setelah dicek 12  unit komputer dari  21 didalam ruangan raib digasak pelaku. Sementara diatas meja berserakan kabel sambung komputer.

Malam sebelum kejadian, saksi terakhir keliling sekolah sekitar pukul 23.00. Namun sama sekali tidak ada kejanggalan, termasuk pintu laboratorium rapat terkunci. Selesai keliling kompleks, saksi pulang kerumahnya diseberang sekolah untuk istirahat.

Kanit Reskrim Polsek Pajangan Ipda Sumarman mengatakan, sebelum mengambil komputer, pelaku membobol pintu sisi timur. Setelah itu mencongkel jendela perpustakaan. "Ada kemungkinan pelaku ini mencari letak laboratorium komputer, karena ruang perpustakaan juga dicongkel, termasuk jendela laboratorium bagian belakang," ujar Sumarman.

Setelah itu pelaku mematahkan empat gembok pintu besi laboratorium dengan martil. "Jika dilihat sistem pengamanan sudah sangat memadai, semua jendela berteralis besi. Bahkan pintu depan berlapis dari kayu kemudian besi yang dikunci dengan empat gembok," ujar Sumarman.

Sementara pelaku juga meninggalkan  sebuah celana di jendela belakang bekas yang dicongkel. Sementara hasil pemeriksaan penyidik Reskrim Polsek Pajangan terhadap saksi terungkap sepanjang malam tidak ada suara mencurigakan.

Demikian juga dengan warga sekitar tidak mendengar suara mencurigakan. Kepala SD N Sendangsari  H Sustrisno MPd kepada penyidik mengatakan, kerugian secara keseluruhan ditaksir mencapai Rp 128,5 juta. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI