Penjara Menanti, Empat Tersangka Penambang Ilegal Ditangkap

KLATEN, KRJOGJA.com – Empat tersangka penambangan illegal meringkuk di sel tahanan Mapolres Klaten. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. Kendati ada pihak yang mengintervensi agar para tersangka dikeluarkan, namun hingga kini Polres Klaten tetap menahan mereka.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Dicky Hermansyah, mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi Kamis (29/8/2019) mengemukakan, para tersangka ditangkap petugas dalam penggrebegan yang dilakukan 31 Juli lalu. Sebanyak 30 personil Polrees Klaten diterjunkan untuk menindak para pelaku yang beroperasi, di pekarangan milik TU, Dukuh Mojopuro, Desa Beteng, Kecamatan, Jatinom tersebut.

Baca Juga: Ternyata Penambangan Ilegal Picu Longsor, Kenapa?

“Perintah langsung dari Kapolres, setelah kita lihat peta lapangan, untuk antisipasi kita terjunkan 30 anggota. Sekitar pukul 09.00 WIB dipimpin langsung Kabag Ops. AKP Didik Sulaeman,” kata Kasat Reskrim.

Selain menangkap empat pelaku, polisi juga menyita dua unit  alat berat (backhoe), dua unit truk dan nota pembelian. Para tersangka adalah ER, SO, RO, dan RA. Sedangkan dari dua unit backhoe yang diamankan, satu unit kini berada di Mapolres Klaten, dan satu unit lainya masih berada di lokasi, karena mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dijalankan. Namun demikian, beberapa bulan sebelumnya, Polres Klaten juga telah mengamankan satu unit backhoe hasil penindakan di lokasi penambangan ilegal, sehingga kini ada dua unit backhoe di kompleks Lapangan Klaten Safety Driving Centre (KSDC) Polres Klaten.

Empat tersangka yang kini mendekam dalam tahanan berasal dari Magelang, Boyolali, dan Klaten. Dua orang sebagai operator backhoe, seorang sebagai petugas administrasi, dan seorang lainya sebagai penanggungjawab.  

Baca Juga: Merapi 40 Kali Guguran Lava, Penambang Pasir Waspada!

Menurut Kasat Reskrim, dari hasil pemeriksaan sementarapara pelaku megaku jika merka baru beroperasi sekitar tiga hari. Namun demikian, dari kondisi bekas penambangan di lokasi, diduga mereka sudah operasional cukup lama. “Ya ngakunya baru dua tiga hari, tetapi bekas-bekas galian di tempat kejadian ada dugaan sudah operasional lama. Setiap rit pasir dijual Rp 800 ribu,” jelas Kasat Reskrim pula.

Para tersangka dijerat dengan pasal 158 UU No. 4/2009 tentang Minerba, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, dan denda Rp 10 miliar.(Sit)

 

BERITA REKOMENDASI