Penyalahgunaan Narkotika di Temanggung Didominasi Pelajar

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kalangan pelajar menjadi penyalahguna narkotika terbesar di kabupaten Temanggung. Mereka merupakan pelajar SMP, SMA dan SD. Promosi yang gencar, rapinya peredaran dan harga yang terbilang murah manjadi pemicu penyalahgunaan.

"Badan Narkotika Nasional Kabupaten Temanggung, gencarkan perangi penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Kami butuh kerjasama yang lebih baik dengan berbagai pihak untuk kegiatan itu," kata Kepala BNNK Temanggung AKBP Renny Puspita, Kamis (2/1/2019).

Dia mengatakan dari 43 penyalahguna yang direhabilitasi, dari kalangan pelajar berjumlah 31. Sedangkan sisanya dari swasta 8 orang dan 4 orang pengangguran.

Pelajar katanya mengkonsumsi hexymer dan yarindo. Cara mendapatkannya dari jaringan antar mereka, atau membeli dari toko secara ilegal. Harga berkisar Rp 4500 hingga Rp 5000 per 10 butir dan Hexymer Rp 1000 per butir.

"Mereka membelinya dengan bersama-sama. Rata-rata mereka mengkonsumsi 2 butir per hari," katanya.

Di sebuah desa di Kecamatan Kledung, katanya, ada sebuah komunitas pelajar sebagai penyalahguna pil yang berfungsi untuk menekan susunan saraf tersebut. Komunitas ini sangat rapi, hingga kemudian berhasi di bongkar oleh BNNK Temanggung.

"Penyalahguna narkotika kini ada yang masih menjalani rehabilitasi," katanya.

Rehabilitasi dikatakannya dilakukan di RSUD Temanggung, Klinik Pratama BNNK Temanggung, Rawat Inap Balai Besar Rehabilitasi BNN, RS Gunung Sawo, Klinik Pratama Brastomolo, RS PKU Muhammadiyah, RSJ Prof dr Soerojo Magelang dan BRSKP Satria Baturaden.  

Dia menyebut penyalahgunaan narkotika di Temanggung sangat darurat dan masif, sehingga perlu kerjasama semua elemen masyarakat dan instansi pemerintah dan penegak hukum untuk mengatasinya.

"Kami akan intensifkan sosialisasi dan kerjasama dengan semua elemen masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan pelajar," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI