Penyelundupan BBM Diduga Menyalurkan ke Proyek Bandara

SLEMAN, KRJOGJA.com – Petugas Subdit IV Ditreskrimsus Polda DIY berhasil menggagalkan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari dua truk tangki. Salah satunya akan dikirim dan menyalurkan subsidi ke proyek bandara.

Direktur Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Y Toni Surya Putra mengatakan, dua truk pengangkut BBM tersebut melintasi Yogyakarta menuju wilayah Kulon Progo, menuju bandara yang memiliki proyek.

"Proyek bandara kan banyak, bukan cuman satu. Banyak yang bisa nyangkut disitu. Karena barang itu belum sampai ya belum bisa dipastikan kemana," kata Toni saat jumpa pers di Aspol Paingan Yogyakarta, Selasa (09/07/2019).

Dari keterangannya, Bandara yang dimaksud bisa jadi adalah bandara baru di Kulon Progo. Namun hal itu belum dapat dipastikan. Selain ke bandara juga menyasar ke perusahaan lain. Karena perusahaan PT. XXX (inisial) mencari proyek membutuhkan. 

"Kami masih selidiki untuk diantara kemananya masih belum tahu pasti. Karena mereka ketangkap sebelum sampai ke penerima. Yang jelas, para pelaku intinya cari untung dari BBM tersebut," ucapnya.

Toni melanjutkan, pihak pemesan solar subsidi ilegal ini tidak bisa dijerat hukum. Karena pesanan belum sampai ke alamat tujuan. 

"Yang order solar, solar itu sudah sampai ke alamat, diterima, dibayar, di situ terjadi pidananya. Tapi order belum sampai, pidana itu belum terjadi, ini belum sampai," terangnya.  

Hasil ungkap kasus ini, Subdit IV Ditreskrimsus Polda DIY menetapkan lima orang tersangka, yakni GN (21) warga Surakarta, ASE (31) warga Bojonegoro, MF (34) warga Tuban serta S (36) dan MM (28) keduanya warga Bojonegoro.  

Pengungkapan kasus berawal ketika polisi mencurigai sebuah truk tanki nopol AD 1560 MU yang melintas di Jalan Pengasih-Sentolo, Sentolo, Kulon Progo pada 28 Juni 2019. Saat diberhentikan oleh petugas, pengemudi truk tanki bermuatan 16 ribu solar subsidi tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah, seperti izin angkut dan niaga perusahaan. Kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil mengungkap pengangkutan distribusi bahan bakar minyak jenis solar yang berikutnya yaitu sebesar 8000 liter beserta muatannya.(Ive)

BERITA REKOMENDASI