Penyidik Dalami Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

YOGYA (KRjogja.com) – Tim jaksa penyidik Kejati DIY sedang mendalami dugaan keterlibatan Basarnas terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk posko Basarnas di Gunungkidul. Jika dalam perkembangannya memenuhi persyaratan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIY Azwar SH, Senin (7/11/2016) mengungkapkan, penyidik akan meminta pertanggungjawaban dari pihak Basarnas dalam pengadaan tanah  tersebut. Hal itu untuk melihat ada tidaknya keterlibatan pihak Basarnas dalam pembelian tanah.

"Sekarang masih kami dalami dugaan keterlibatan. Kalau nanti ada bukti keterlibatan dan memenuhi persyaratan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru karena sekarang baru satu tersangka yaitu Da," katanya.

Di samping itu, tim penyidik juga akan meminta keterangan dari ahli perencanaan keuangan
negara dan saksi ahli dari Badan pertanahan Nasional (BPN) DIY. Keterangan ahli dibutuhkan untuk mengetahui mekanisme pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

"Masih menunggu konfirmasi dari saksi untuk dimintai keterangannya. Harapan kami, dalam waktu dekat, ahli sudah dapat dimintai keterangan, " ujarnya.

Kasus ini bermula dari rencana Basarnas DIY yang akan  mendirikan pos di wilayah Gunungkidul pada akhir tahun 2015 silam. Kemudian tersangka menawarkan lahan seluas 6.000 meter persegi. Saat mengajukan tawaran, tersangka membawa surat kuasa yang diklaim berasal dari pemilik lahan. Akhirnya, terjadi proses jual beli dengan harga tanah senilai Rp 5,8 miliar.

Setelah disepakati, pembayaran dilakukan dua kali. Namun setelah lunas, tanah tersebut dilakukan pelepasan hak atau akta jual beli di notaris. Justru tersangka menghilang. Bekerjasama dengan Polda DIY tersangka berhasil ditangkap karena tersangka juga dilaporkan di Polda DIY.(Sni)

BERITA REKOMENDASI