Penyidikan Dihentikan, Orang Tua Siswa Ajukan Praperadilan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus tindak diskriminasi terhadap anak yang dilaporkan Erika Handriati, membuat ibu rumah tangga ini mengajukan praperadilan terhadap Polres Sleman dan Polda DIY. Ia meminta penyidikan kasus yang menimpa Adl, anaknya tetap dilanjutkan karena dua unsur alat bukti dari laporan tersebut telah terpenuhi.

Erika Handriati membuat laporan dengan nomor LP/582/VIII/2018/DIY/SLEMAN tiga tahun silam. Saat itu ia melaporkan Yayasan Pendidikan Internasional Yogyakarta (YPIY) yang menaungi Yogyakarta Independent School (YIS) karena dinilai telah melakukan diskriminasi terhadap anaknya.

Namun pada April lalu penyidikan terhadap kasus tersebut dihentikan oleh kepolisian. Hal itu memaksa Erika Handriati mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Sleman tertanggal 13 Agustus 2021.

Sidang perdana praperadilan ini digelar di PN Sleman, Senin (23/08/2021). Sidang tersebut dipimpin oleh hakim tunggal Joko Saptono SH dengan agenda pembacaan permohonan dari pemohon yang diwakili kuasa hukum Kardiansyah Afkar SH.

Kardiansyah Afkar menegaskan tidak seharusnya Polres Sleman mengeluarkan SP3 terhadap penyidikan laporan itu. Pasalnya penyidik sudah menemukan dua alat bukti dari laporan itu, sehingga saat proses penyelidikan naik menjadi penyidikan tentunya unsur pidananya telah terpenuhi.

“Namun kemudian ditengah perjalanannya penyidikan dihentikan dengan alasan tidak ditemukannya tersangka. Perlu dipahami bahwa ketika ada suatu tindak pidana, tidak mungkin tak ada tersangkanya,” tegas Kardiansyah Afkar didampingi Afif Amrullah SH usai persidangan.

Menurutnya, persoalan tak ditemukan tersangka tidak dapat dijadikan sebagai alasan untuk menghentikan penyidikan. Penyidikan dapat terus berlangsung saat laporan sudah mengantongi dua alat bukti yang cukup.

“Ini logika hukum yang kontradiktif. Sudah ada tindak pidana namun dihentikan dengan alasan tidak ditemukan tersangka sehingga itu dianggap bukan pidana,” jelasnya.

Ia berharap hakim dapat mengabulkan permohonan praperadilan ini sehingga laporan yang dilakukan kliennya di Polres Sleman dapat dilanjutkan kembali. Dihentikanya penyidikan dengan alasan seperti itu menurutnya sangat mencederai tegaknya hukum di tanah air.

Tim kuasa hukum Polda DIY, Heru Nurcahya SH menyatakan akan mendalami apa yang dajukan oleh pemohon. Saat ini pihaknya terus mengumpulkan segala hal terkait dengan penetapan tersangka dalam kasus ini.

“Sepintas kita melihat memang pada saat penetapan tersangka sepertinya ada hal yang perlu kita dalami dulu. Jadi kemarin rekan-rakan menetapkan tersangka itu apakah sudah benar atau belum,” kata Heru Nurcahya.

Ia juga mengatakan masih harus menggali lagi alasan apa sehingga penyidikan perkara ini dihentikan. Menurutnya alasan penghentian penyidikan harus diketahui terlebih dahulu, apakah sudah benar atau memang ada kesalahan di sana.

“Nanti kita akan melihat koneksitasnya antara penetapan tersangka dengan SP3. Apa yang membuat penyidik kemudian menghentikan penyidikan setelah menetapkan tersangka. Itu yang jadi materi kita, kita akan pertanggungjawabkan,” tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI