Penyidikan Kasus Diksar Maut Jilid II, Polisi Tetapkan Enam Tersangka

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sebanyak enam staf operasional panitia Pendidikan Dasar (Diksar) ke-37 The Great Camping (TGC) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ditetapkan tersangka kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya tiga peserta serta melukai 34 lainnya. Enam tersangka itu dipanggil menghadap penyidik Polres Karanganyar pada Senin (15/05/2017).

“Inisial enam tersangka DK alias J, NAI alias K, HS alias G, TN alias M, RF alias K dan TAR alias R. NAI alias K itu perempuan,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan usai gelar internal perkara kasus tersebut di Mapolres, Selasa (09/05/2017).

Baca juga :

Berkas Lengkap, Kasus Diksar Maut Mapala UII Masuk Tahap Baru

Tersangka Baru Kasus Diksar Mapala UII Segera Disidik

Penentuan enam tersangka didasari dua alat bukti sah yaitu keterangan para saksi yang menyebutnya melakukan kekerasan saat diksar di Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu. Hal itu dikuatkan hasil autopsi tiga korban tewas dari RS Dr Sardjito dan visum et repertum (VER) 34 korban luka. Dikuatkan lagi keterangan ahli pidana forensik dan tim dokter RS JIH. Alat bukti kedua berupa rekaman tindak kekerasan yang berhasil diunduh dari tiga unit kamera, sebuah CPU dan satu hardisk eksternal.

Kapolres mengatakan, peran masing-masing tersangka dalam tindakan kekerasan bervariasi. Namun dianggap menimbulkan luka serius akibat pukulan, tendangan, diseret dan tamparan. Mereka menggunakan alat bantu seperti ranting pohon, kayu bakar dan tali perusik.

Kekerasan fisik itu menyasar ke dada, punggung, kaki dan kepala korban ketika menjalani navigasi darat dan mountaineering atau pendakian. Peran masing-masing tersangka akan dirumuskan sesuai arahan tim jaksa.

“Sprindik (surat perintah penyidikan) untuk kasus diksar mapala UII jilid II sudah diterbitkan pada 4 Mei lalu. Surat pemanggilan enam tersangka dilayangkan besok (Rabu, 09/05/2017) dengan tembusan rektorat UII, indekos tersangka dan alamatnya di kampung halaman. Isinya memanggilnya hadir untuk dimintai keterangan dalam kapasitas tersangka pada Senin (15/5) pukul 10.00 WIB,” katanya.

Terkait pemanggilan itu, Kapolres menyiapkan skenario lain jika nantinya para tersangka mangkir. Yakni melayangkan pemanggilan kedua dan ketiga, baru kemudian menjemput paksa. Mereka berstatus mahasiswa skorsing dan DO.

“Penahanan paksa didasari pertimbangan subyektif dan obyektif penyidik. Bisa dilakukan itu (penahanan paksa) apabila berpotensi kabur, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya,” katanya.

Pada pemeriksaan Senin nanti, penyidik menyiapkan pengacara bagi enam tersangka. Disebutnya, hal itu sesuai prosedur penanganan tersangka kasus dengan ancaman hukuman enam tahun lebih. Kapolres mengapresiasi peran aktif tim pencari fakta (TPF) bentukan UII yang membantu penyidik menguak kasus tersebut.

Kapolres memastikan kasus dugaan kekerasan diksar mapala jilid II digarap serius. Sebanyak 35 penyidik disiapkan. Apalagi prosesnya dipantau publik dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Disebutnya, salah satu korban luka berinisial F sampai sekarang belum pulih.

“Dia dirawat jalan di JIH. Kabarnya jadi linglung. Akan divisum penyebab korban seperti itu,” katanya.

Kasatreskrim AKP Rochmat Ashari memastikan keberadaan para tersangka dipantau aparat. Mereka bakal kesulitan bersembunyi. “Koordinatnya sudah dikunci,” tuturnya.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat pasal 170 jo 351 dan pasal 55 KUHP karena melakukan kekerasan terhadap korban di muka umum serta dilakukan secara bersama-sama. Ancaman hukuman penjara enam tahun lebih. Dua tersangka bernama Angga dan Yudi terlebih dulu ditangkap terkait kematian tiga peserta diksar, yakni Muhammad Fadli, Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia Adi. (R-10)

BERITA REKOMENDASI