Penyidikan Kasus Dugaan Pencabulan Mahasiswi UGM Berlanjut, Sebut Korban Berinisial AL

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jajaran Reserse Kriminal Umum Polda DIY memastikan kelanjutan penyidikan kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan yang dialami mahasiswa FISIPOL UGM. Kasus yang selama ini disebut “Agni” (bukan nama sebenarnya) tersebut kembali menimbulkan polemik setelah kuasa hukum terlapor HS angkat bicara ke publik beberapa hari lalu. 

Direskrimum Polda DIY, Kombes Polisi Hadi Utomo mengatakan polisi menemukan bukti permulaan cukup untuk melanjutkan kasus tersebut ke ranah penyidikan sejak 10 Desember 2018 lalu. Namun begitu diakui Hadi, polisi berusaha berhati-hati dalam melangkah mengingat kasus tersebut terjadi dalam waktu dirasa cukup lama serta mendapatkan perhatian publik. 

“UGM meminta kita melakukan penyelidikan, kita lakukan karena locus ada di Maluku maka kita undang penyidik Maluku ke sini (Polda DIY). Kita temukan bukti permulaan cukup bahwa peristiwa ada, orangnya ada dan TKP ada. Hanya masalah tempo terlalu lama 2017. Namun bukan jadi masalah bagi kita hanya penghalangnya kadaluarsa atau tidak dalam ini belum kadaluarsa,” ungkapnya pada wartawan Senin (31/12/2018). 

Polisi menurut Hadi juga menegaskan bawasanya pihak UGM pernah meminta polisi untuk menyelidiki kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan tersebut. “Pada awalnya kami lakukan penyelidikan karena adanya dugaan pemerkosaan dan pencabulan atas pengaduan dari UGM, surat dari Rektor UGM. Isinya melaporkan dugaan tindak pidana. Jadi saya tekankan di sini UGM pernah membuat surat pada polisi, tidak benar UGM tak pernah lapor,” tegasnya. 

Kepada wartawan, Dirreskrimum juga menyebut bahwa korban yang selama ini disebut dengan Agni bukan nama sebenarnya berinisial AL. Polisi sudah beberapa kali meminta keterangan AL meski kemudian diketahui yang bersangkutan tak bersedia membuat laporan kepolisian. 

“Korban ini inisialnya AL, bukan Agni. Ada penyesatan orang digiring satu opini korban adalah Agni, bukan tapi korban adalah AL. Sementara untuk terlapor saat ini belum kami tetapkan sebagai tersangka. Kami pelan-pelan karena temposnya (waktu kejadian) sudah cukup lama meski itu bukan penghalang,” sambungnya. 

Polisi saat ini masih menggunakan pasal 285,289 serta 290 KUHP tentang pemerkosaan dan pencabulan dalam kasus tersebut. “Kalau terbukti bersalah, maka ancaman hukumannya bisa lebih dari lima tahun,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI