Perdagangan Satwa yang Dilindungi Dibongkar, Libatkan Oknum Pelajar

Editor: Ary B Prass

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Perniagaan satwa yang dilindungi, kembali diungkap Ditreskrimsus Polda DIY. Sebanyak 22 ekor satwa berbagai jenis, disita polisi dari sejumlah orang, empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Wadireskrimsus Polda DIY AKBP FX Endriadi SIK menjelaskan, salah seorang tersangka masih berstatus pelajar, yakni FCW (16). Dalam kasus yang menjerat anak di bawah umur itu, polisi menyita 8 ekor burung Nuri Tanimbar, 2 ekor Nuri Kepala Hitam dan 1 ekor burung Cucak Hijau.

“Tersangka FCW masih berstatus pelajar dan kami amankan di Alun-alun Utara Yogyakarta awal Maret kemarin. Selain menjual melalui medsos, tersangka juga menjual secara offline. Karena usianya di bawah umur, saat ini tidak kami hadirkan,” jelas Endriadi saat jumpa pers di Stasiun Flora Fauna, Bunder, Gunungkidul, Rabu (16/3/2022).

Didampingi Kasubbid Penmas AKBP Verena dan Kasubid IV AKBP Riyanto, Endriadi menjelaskan, dari pengembangan oknum pelajar itu, polisi kemudian mengamakan pelaku lainnya yakni SAW (33). Sedangkan awal tahun 2022, petugas menyita 9 ekor satwa dilindungi terdiri dari satu ekor Elang Bondal, Kakatua Jambul Kuning, Binturong, Kukang Jawa, 2 ekor Merak Hijau dan 3 ekor Landak Jawa. Satwa dilindungi itu dipelihara di sebuah mini zoo di wilayah Pakem Sleman. “Tadinya itu resto, namun dikembangkan oleh management menjadi mini zoo. Dalam kasus ini, ada dua orang yang saat ini on progres penyidikan,” tambah Endriadi.

BERITA REKOMENDASI